Kompas.com - 04/10/2013, 09:09 WIB
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, kota di ujung timur Pulau Jawa, kian jelita dan nyaman. Dibanding beberapa kota lain di Jawa, Banyuwangi lebih tertata. Kota ini kian menarik karena dibangun dengan konsep hijau. Tak banyak mal, kota ini menunjukkan kemajuan dengan karakter uniknya.

Soal konsep hijau, kami langsung menemukannya di rumah dinas bupati atau pendopo. Sebagian besar ruangan menggunakan penerangan dan penyejuk udara alami. Semua kamar tidur untuk tamu beratapkan hamparan rumput. Enam kamar di dalam bangunan dibuat menyerupai gundukan besar. Tak heran bangunan itu mirip bungker.

Di atas gundukan itu, ada lapisan tanah yang ditanami rumput lebat. Di beberapa titik di atap dibuat atap kaca sehingga sinar matahari tembus ke dalam ruang-ruang dalam bangunan. Hawa terasa sejuk karena di siang hari tak diperlukan lampu sama sekali.

Di seberang bangunan juga didirikan ”bungker” lain untuk enam ruang kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Sementara itu, pohon-pohon nangka, mangga, mahoni, melinjo, jambu, dan asem yang rindang menaungi halaman yang berumput. Saat menerima kami di pendopo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk membangun Banyuwangi, mereka tidak mau meniru Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

Ruang terbuka hijau juga diperbanyak. Warga dibuat betah berlama-lama di sana. Wi-fi atau internet nirkabel dipasang di sekolah, gereja, pura, bahkan taman makam pahlawan. Anas ingin masyarakat berkumpul di tempat-tempat itu ketimbang melakukan aktivitas tidak jelas. ”Meski Banyuwangi berada di ujung Jawa, tetapi sudah terkoneksi dengan dunia global,” katanya.

Bahkan, Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria disulap menjadi tempat nongkrong. Kompleks makam itu diperindah. Tempat yang dulu kumuh, bau pesing, dan banyak sampah, kini sangat nyaman. Bagian depan TMP dijadikan taman hijau, lengkap dengan wi-fi. Sekitar 30 warga terlihat asyik berkumpul, mengobrol, atau bermain komputer jinjing. Di seluruh Banyuwangi terdapat 1.200 titik wi-fi dan akan terus bertambah sampai memenuhi target, yakni 10.000 titik wi-fi.

Pengembangan bandara juga menerapkan konsep hijau. Hanya bangunan dengan fungsi pokok yang berdiri dengan pendingin udara minimal. Menurut Anas, dengan konsep hijau, dia hanya butuh dana Rp 30 miliar. Jauh lebih hemat di banding pembangunan bandara di daerah lain yang dengan ukuran sama menelan biaya lebih dari Rp 150 miliar.

Di pusat kota tak banyak pusat perbelanjaan. Di Kota bekas Kerajaan Blambangan ini hanya ada satu supermarket dengan halaman parkir untuk menampung 50 mobil. Praktis tak ada kendaraan pengunjung yang meluber ke jalan seperti jamak terjadi di daerah lain.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Penari membawakan tari gandrung di Sanggar Sekar Jagad, Dusun Cungking, Desa Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jumat (7/1/2011). Tari gandrung merupakan salah satu tarian khas Banyuwangi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Agus Siswanto menjelaskan, pembangunan mal dan pusat perbelanjaan sangat dibatasi. Bahkan beberapa minimarket terpaksa ditutup karena selain tak punya izin, letak toko tidak sesuai rencana tata ruang dan wilayah pemerintah. ”Kami tak ingin memberi izin banyak pertokoan yang malah menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Antisipasi kemacetan ini juga dilakukan dengan menggalakkan pembangunan jalan. Tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun 250 kilometer (km) jalan, dan tahun ini 300 km. Pembangunan ini terutama pada jalan-jalan desa untuk mempermudah akses warga di pedalaman ke pusat kota.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Travel Update
Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Jalan Jalan
Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Travel Update
Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Travel Update
KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

Travel Promo
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Travel Update
7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.