Kompas.com - 04/10/2013, 15:36 WIB
EditorI Made Asdhiana
INGIN jalan-jalan ke luar negeri dengan anggaran terbatas tetapi tetap pakai koper dan bisa menginap di hotel kelas premium, itu bisa ditemukan di Kamboja dan Thailand.

Salah satu yang cukup meringankan berwisata di kedua negara ini adalah karena keduanya sudah membebaskan visa bagi wisatawan dari sesama Asia Tenggara. Selebihnya, biaya transportasi lokal, harga makanan, dan juga oleh-oleh setempat, semuanya relatif terjangkau.

Perjalanan di kedua negara ini paling nyaman dilakukan selama enam hari. Sebab, perjalanan darat Bangkok, Thailand, menuju Siem Reap, Kamboja, tempat candi Angkor Wat berada, memakan waktu 12 jam karena jaraknya mencapai 410 kilometer. Namun, biaya perjalanan darat pergi-pulang Bangkok-Siem Reap hanya 700 baht per orang atau sekitar Rp 255.500 dengan menumpangi mobil van, semacam mobil travel.

Jika memilih penerbangan langsung Jakarta-Siem Reap untuk satu kali jalan bisa mencapai Rp 1,2 juta. Sementara penerbangan Jakarta-Bangkok pergi-pulang bisa diperoleh dengan harga Rp 1,9 juta, dan itu pun dalam kondisi pembelian dua minggu sebelum keberangkatan—tentunya di luar masa liburan.

Akan lebih hemat jika perjalanan ini dilakukan bersama teman karena biaya penginapan dan transportasi lokal dapat dibagi. Dengan demikian, kita bisa memilih tempat penginapan yang nyaman, bahkan mencoba hotel kelas premium sekalipun.

Tempat menginap yang nyaman dan terjangkau bisa ditelusuri di situs-situs yang menyediakan layanan pemesanan hotel dengan fasilitas diskon hingga 70 persen dari harga normal, seperti Agoda.com dan Rajakamar.com.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand, memiliki sejumlah patung epik Hindu yang cukup menarik.
Pilihan tempat penginapan bergantung pada selera. Di Bangkok, saya memilih hotel di tengah kota yang tak jauh dari Bangkok Train Station untuk mempermudah perjalanan wisata, dan tentunya pusat perbelanjaan di kawasan Siam. Di Siem Reap, saya memilih hotel butik dengan penataan hotel yang elegan, taman yang asri, dan tentunya pelayanan yang sangat hangat.

Jika jalan bersama teman, total biaya yang dibutuhkan hanya Rp 4,7 juta. Biaya itu untuk pajak bandara, pesawat pergi-pulang Jakarta-Bangkok, perjalanan darat Bangkok-Siem Reap, hotel tiga malam di tengah kota Bangkok, dan hotel butik dengan pelayanan prima selama 2 malam di Siem Reap. Termasuk pula biaya makan, jajan, pijat Thailand, dan masuk tempat obyek wisata yang beberapa di antaranya cukup mahal, seperti tiket masuk kompleks candi Angkor seharga 20 dollar Amerika Serikat.

Ini juga sudah termasuk kartu Bangkok Train Sky beserta pulsanya yang bisa digunakan untuk beberapa kali perjalanan. Masih ditambah lagi kartu SIM seluler lokal Bangkok dengan layanan internet tujuh hari tanpa batas dan ditambah pulsa telepon dengan harga total 300 baht atau sekitar Rp 110.000. Dengan demikian, kita tetap bisa berinternet untuk up-date status dan foto di media sosial selama berwisata.

Sebaliknya, jika perjalanan semacam ini dilakukan sendiri bisa menghabiskan biaya Rp 6 juta. Sebab biaya penginapan dan transportasi lokal ditanggung sendiri sepenuhnya.

Padahal, untuk transportasi lokal ada kalanya cukup besar. Seperti jalan- jalan keliling kompleks Angkor, perlu mencarter tuk-tuk 20 dollar AS-25 dollar AS (Rp 231.000-Rp 28.000) yang dipesan sehari sebelum perjalanan. Jika dibagi dua dengan teman, satu orang hanya perlu membayar 10 dollar AS sampai 12,5 dollar AS.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Gapura hiasan khas Candi Angkor Wat berdiri megah di Poiper, daerah perbatasan Thailand dan Kamboja. Kawasan perbatasan ini cukup sibuk dengan kegiatan distribusi barang, baik yang diangkut dengan gerobak maupun truk.
Di Bangkok, bisa menggunakan Bangkok Train Sky yang terhubung hampir ke setiap pusat perbelanjaan di Bangkok. Hanya jika menuju kawasan kuil dan kerajaan Thailand, Grand Palace, setelah naik BTS perlu menumpangi lagi feri menyusuri Sungai Chao Praya menuju kawasan Grand Palace. Dengan menumpangi kereta listrik ini, berwisata membawa koper sekalipun tidak akan merepotkan.

Namun, jika ingin transportasi lebih murah, Bangkok menyediakan beberapa bus gratis. Bus itu biasanya berstiker warna biru yang terpasang di kaca depan.

Jika ingin biaya lebih murah lagi, bisa disiasati dengan menyewa hostel dengan harga sewa jauh lebih terjangkau. Hostel umumnya tersebar di kawasan penginapan wisatawan di Bangkok dan Siem Reap. (Madina Nusrat)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.