Kompas.com - 05/10/2013, 09:04 WIB
Sawah berundak-undak di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (10/4/2013).
KOMPAS/HERU SRI KUMOROSawah berundak-undak di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (10/4/2013).
EditorI Made Asdhiana

”Akan tetapi, subak-subak di kawasan lain di Bali, bahkan sudah terjadi di dekat-dekat sini, sumber airnya terancam. Ini karena ada vila, hotel, obyek wisata atau apa pun yang menyedot air tanah dan mengancam sumber air subak,” katanya.

Luasan subak cenderung berkurang karena lahan pertanian beralih fungsi atas nama pariwisata atau keterpaksaan karena petani tidak bisa bertahan atas aturan pajak sawah tepi jalan Rp 7 juta per tahun. Sementara penghasilan per panen hanya Rp 700.000. Perubahan kebijakan pajak yang memihak petani mesti diupayakan.

Harga beras hasil pertanian sistem subak juga tak terjamin. ”Saat ini, harga beras merah cendana dari petani sekitar Rp 15.000 per kilogram. Di Denpasar, bisa dijual dua kali lipatnya. Terkadang dengan alasan macam-macam, harga beras dari petani semakin murah saja. Ini yang membuat petani sering tak merasa untung,” kata Sutama.

Kepentingan politik turut memengaruhi perlindungan terhadap subak. Terkadang, jika desa yang melaksanakan sistem persawahan dengan irigasi subak tetapi berseberangan pandangan politiknya dengan pemimpin daerah setempat, bisa-bisa banyak kebijakan yang membuat subak terancam. Di sisi lain, otonomi daerah yang berujung pada pemekaran wilayah dari tingkat desa sampai kota/kabupaten ternyata justru sering memecah belah wilayah subak.

”Bayangkan saja jika sumber air berada di kecamatan lain, sementara sawah terbesar bukan di kecamatan atau desa tetangganya. Dulu ketika belum ada pemekaran, bisa diatur bersama. Sekarang, ada saja kendalanya,” tambah Warta.

Padahal, beras adalah sumber makanan pokok yang selalu dibutuhkan. Sementara pertanian masih menjadi mata pencaharian yang menjadi tempat bergantung sebagian besar masyarakat Bali.

Apakah masyarakat pendukung subak, seperti di Jatiluwih, harus terus dibiarkan sendiri berjuang? Mungkin hanya pemerintah setempat dan masyarakat Bali yang bisa menjawabnya. (NEL/OTW/HAM)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Ini Usia Minimal Bayi yang Boleh Naik Pesawat Menurut Dokter

Travel Tips
Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Travel Update
Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Travel Tips
Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Travel Update
10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

Jalan Jalan
Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.