Kompas.com - 05/10/2013, 19:41 WIB
EditorI Made Asdhiana
BIMA, KOMPAS — Jalan-jalan di Nusa Tenggara Barat, Jumat (4/10/2013), membuat kami kagum. Jalan beraspal mulus membentang sejak tim Ekspedisi Sabang-Merauke: ”Kota dan Jejak Peradaban” harian Kompas bertolak dari Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan di Pulau Lombok dan dari Pelabuhan Pototano hingga Pelabuhan Sape di Pulau Sumbawa.

Jalan mulus nyaris tanpa lubang. Padahal, kami kerap bertemu truk bermuatan penuh. Beban berat jelas sering membuat jalan rusak.

Jalan di perbukitan antara Sumbawa Besar hingga Sape berkelok-kelok. Namun, mulusnya jalan yang kami lalui sepanjang 93 kilometer di Pulau Lombok dan 385 kilometer di Pulau Sumbawa, membuat kami bisa tancap gas. Pagar-pagar besi yang memisahkan jalan dengan tepi jurang juga membuat kami merasa aman.

Meskipun begitu, kadang kami melambat untuk menikmati pemandangan yang jarang kami temui di tempat lain. Seperti saat memasuki Sumbawa, puluhan kuda bebas berlarian di sawah yang habis dipanen. Pantas saja, Sumbawa terkenal dengan susu kuda liarnya.

Namun, kewaspadaan tetap nomor satu. Maklum, seperti halnya kuda liar, gerombolan sapi pun bebas berkeliaran di jalanan. Jadi, pengemudi jangan terlena menikmati keindahan panorama alam karena sapi atau kuda biasa menyeberang jalan seenaknya.

Kami tiba di Pelabuhan Sape sekitar pukul 15.00, satu jam sebelum jadwal kapal feri menyeberang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Panorama hutan gersang meranggas diselingi pemandangan cantik berupa bukit-bukit ditimpa sinar matahari pagi bolehlah dianggap sebagai bonus.

Infrastruktur

Sambil menunggu feri berangkat, kami masih terkesan dengan mulusnya jalan yang telah kami lalui. Ini cukup mencengangkan jika dibandingkan dengan jalan di pantai utara Jawa. Jalur protokol itu tak habis-habisnya dibenahi. Jalan di Jawa bagian selatan juga masih banyak yang rusak.

Sebagai refleksi dari pembangunan infrastruktur, APBD NTB pada 2012 hanya sekitar Rp 2,3 triliun. Bandingkan misalnya, dengan APBD Jawa Barat pada 2012 yang sekitar Rp 10 triliun.

Rapinya infrastruktur di NTB tersebut bisa dilihat dari sejarahnya ketika waktu itu di Pulau Sumbawa berdiri Kerajaan Bima, Dompu, dan Sumbawa. Ini menjadi petunjuk bahwa peradaban sudah ada sejak sekitar 500 tahun lalu, lengkap dengan jalan-jalannya. Berdasarkan foto-foto sejarah mengenai NTB dan berbagai kerajaan masa lampau di sana, jalan-jalan saat itu berupa jalur tanah yang dikeraskan.

Kini, memang banyak yang masih harus dibenahi. Namun, rapinya infrastruktur di NTB bisa menjadi jalan pembuka untuk masa depan yang lebih baik. (bay/mhf/otw/ham)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Travel Update
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Travel Tips
Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.