Kompas.com - 09/10/2013, 11:55 WIB
EditorI Made Asdhiana
”Sempatkan ke Positano! Cantik sekali,” demikian bunyi sebuah pesan dari Jakarta, setiba di Roma dari perjalanan ke Firenze (Florence) di wilayah Toscana (Tuscany) yang terkenal dengan perkebunan anggurnya dan daerah kelahiran penyanyi Andrea Bocelli.

Rencana ke Palermo, Sisilia, batal karena tiket pesawat pada akhir pekan pertama Juli lalu amatlah mahal. Untung tiket kereta api Trenitalia pergi/pulang pagi-malam Roma-Napoli-Salerno masih tersedia lewat pembelian online. Roma-Napoli-Salerno naik kereta api; lalu Salerno ke Amalfi, Positano, dan Sorrento dengan bus; dan balik ke Roma lewat Pompeii dan Napoli naik kereta api lagi.

Keputusan mengunjungi Positano, walaupun cuma sebuah desa atau kota kecil dengan penduduk sekitar 4.000 jiwa, memang tidak keliru. Apalagi melintasi rute Pantai Amalfi yang juga tak kalah memukau keelokannya, pantai curam dengan laut biru di satu sisi dan perkebunan zaitun dan lemon serta sipres di sisi lain. Amat puitis.

Tak berlebihan jika Bill Pitzer dalam kolom Geoweek (dari The New York Times Syndicate) yang dimuat Kompas Minggu, 15 November 2009, menyebut Pantai Amalfi sebagai ”salah satu garis pantai terindah di jagat” yang bisa dijumpai di pantai selatan Italia, di selatan kota Napoli. Kota-kota dan desa-desa cantik ada di sepanjang Pantai Amalfi. Pantai Amalfi terletak di sepanjang sisi selatan Semenanjung Sorrento, sementara kota Sorrento sendiri berada di sisi utara semenanjung mini itu.

Bukan hanya keindahan alamnya, Pantai Amalfi juga kaya dengan warisan budaya dan sejarah. Di sana kita masih bisa menyaksikan sisa-sisa kejayaan kekaisaran Romawi, pengaruh Asia dari perdagangan sutra, paduan arsitektur Oriental dan Barat yang disebut gaya Arab-Norman. Amalfi pernah menjadi republik pada abad ke-9. Berkat keelokan alamnya dan diperkaya dengan warisan budaya dan sejarahnya serta dipadu bangunan-bangunan barunya, pantaslah jika tahun 1997 UNESCO memberikan pengakuan terhadap Pantai Amalfi sebagai Wilayah Warisan Dunia. Patricia Schultz dalam bukunya 1.000 Places to See Before you Die (2011) yang merupakan #1 New York Times Bestsellers juga mencantumkan Pantai Amalfi sebagai salah satu tempat yang wajib kita kunjungi dan saksikan keindahannya.

Tentu untuk berwisata ke Pantai Amalfi kita bisa menggunakan jasa tur terpandu (guided tour) menggunakan minivan dari Roma ke Amalfi, lalu Positano dan Pompeii, balik ke Roma dengan tarif sekitar 300 dollar AS. Namun, jika kita ingin berjalan sendiri, akan amat membantu jika kita browsing di internet untuk mencari informasi dari mereka yang sudah pernah mengunjungi Positano lewat Pompeii dan Sorrento atau lewat Salerno dan Amalfi.

KOMPAS/IRWAN JULIANTO Jalan di tepi Pantai Amalfi Menuju Kota Amalfi.
Jika waktu Anda singkat, misalnya cuma seharian dari pagi meninggalkan Roma dan malam harus tiba di Roma lagi, maka terbaik jika memilih rute kereta api hingga kota Salerno. Dari sana kita bisa naik bus SITA dengan tarif 7,60 euro yang bisa kita gunakan selama 24 jam pulang pergi Salerno-Amalfi-Positano-Sorrento. Di bus, pilihlah tempat duduk di jendela kiri. Pemandangan pantai bertebing dan bangunan-bangunan di sepanjang perjalanan amatlah menakjubkan.

Sebaliknya, jika waktu kita lebih lega, dari Roma kita ke Napoli, lalu ke Pompeii dan Sorrento dengan kereta api, dilanjutkan naik bus ke Positano, Amalfi, dan Salerno. Dari Sorrento ke Positano dan Amalfi hingga Salerno kita sebaiknya memilih kursi bus SITA di jendela kanan agar dapat menikmati keelokan alam Pantai Amalfi. Jika kita memilih rute ini Anda mungkin perlu menginap entah di Sorrento atau Positano sebelum balik ke Roma dengan kereta api lewat Salerno.

Apalagi jika Anda ingin mengeksplorasi situs arkeologi kota Pompeii yang terkubur lava Gunung Vesuvius yang meletus tahun 79 Masehi. Paling tidak Anda perlu setengah hari sendiri di Pompeii. Kota Sorrento yang terkenal lewat lagu ”Torna a Surriento” (Come Back to Sorrento) juga menarik untuk disinggahi. Dua penyanyi legendaris Enrico Caruso dan Luciano Pavarotti pernah menginap di kota ini.

Yang harus diingat karena agak membingungkan adalah adanya dua jenis kereta api di Italia. Trenintalia melayani jalur-jalur utama, sementara untuk rute komuter Sorrento ke Pompeii hingga Napoli dan sebaliknya dilayani kereta api Circumvesuviana. Kompas sempat naik kereta api swasta ini yang jorok penuh grafiti dengan kursi fiber glass yang keras dari Sorrento ke Pompeii.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.