Mak Itam Tak Lagi Menjerit...

Kompas.com - 09/10/2013, 19:38 WIB
ILUSTRASI - Lokomotif uap Mak Itam menarik gerbong berisi pebalap dan ofisial yang berlaga di Tour de Singkarak 2012 menuju start etape pertama di Sawahlunto di tepian Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (3/6/2012). Etape pertama yang dilaksanakan 4 Juni, berlangsung di Sawahlunto menempuh jarak 77,6 kilometer.  KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN ILUSTRASI - Lokomotif uap Mak Itam menarik gerbong berisi pebalap dan ofisial yang berlaga di Tour de Singkarak 2012 menuju start etape pertama di Sawahlunto di tepian Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (3/6/2012). Etape pertama yang dilaksanakan 4 Juni, berlangsung di Sawahlunto menempuh jarak 77,6 kilometer.
EditorI Made Asdhiana

Sepanjang jalan itu dibangun lima tempat pemberhentian pengangkutan batubara dari Sawahlunto, yaitu Sawahlunto-Solok (28,3 kilometer), Solok-Batutaba (33,2 kilometer), Batutaba-Padang Panjang (17,5 kilometer), Padang Panjang-Kayu Tanam (15,5 kilometer), dan Kayu Tanam-Teluk Bayur (57 kilometer).

Dengan kondisi jalan yang menanjak dan berkelok, kecepatan kereta api pun harus mengikuti alur jalan tersebut sehingga dibutuhkan waktu tempuh 10 jam untuk membawa batubara dari Sawahlunto-Teluk Bayur nonstop. Pengangkutan batubara pun menjadi lebih dinamis. Penambangan batubara berdetak cepat. Satu lokomotif uap bisa menarik 40 gerbong batubara.

Kecepatan pengangkutan batubara ini mendongkrak penambangan di Sawahlunto. Karenanya, pekerja dari berbagai daerah juga didatangkan ke kota ini untuk dipekerjakan. Ada tenaga yang khusus dipekerjakan, dan ada orang tahanan yang dibuang ke Sawahlunto untuk menjadi pekerja paksa.

Tenaga-tenaga baru untuk penambangan batubara ini tiba di Sumatera Barat dengan menumpang kapal sampai Pelabuhan Emmahaven. Dari situ, mereka juga diangkut dengan kereta sampai ke Sawahlunto. Sejak lokomotif diesel dioperasikan pada tahun 1970-an, pengangkutan batubara semakin bergairah. Dalam sehari, pengangkutan gerbong melonjak menjadi 200 gerbong.

Tinggal kenangan

Sayangnya, sebagian jalur kereta kini tinggal kenangan. Pembangunan jalan yang begitu gencar telah menggeser kereta api sebagai angkutan utama. Selain itu, masa kejayaan tambang batubara juga sudah surut.

Jalur kereta Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh merupakan salah satu jalur yang kini sudah mati. Rel kereta banyak yang sudah hilang. Di beberapa ruas rel kereta itu telah tumbuh rumah-rumah penduduk, antara lain jalur Padang Panjang-Bukittinggi. Hanya sisa-sisa jalur rel saja yang masih terlihat.

Pada tahun 2003, pengangkutan batubara dengan kereta dihentikan karena produksi tambang yang merosot drastis. ”Kami ditarget mengangkut 240 gerbong batubara per hari. Tetapi, target ini tidak selalu terpenuhi. Rata-rata 160 gerbong batubara per hari,” kata Kepala Stasiun Sawahlunto Zulkifli.

Merosotnya target pengangkutan ini terkait dengan penutupan sejumlah tambang batubara terbuka. Adapun Pelabuhan Teluk Bayur kini tidak lagi disibukkan dengan aktivitas bongkar-muat batubara, tetapi sudah bergeser sebagai pelabuhan untuk pengangkutan semen.

Setelah era batubara usai, Sawahlunto kini berbenah menjadi kota wisata batubara. Selain mengolah ulang seluruh peninggalan yang ada, perjalanan kereta di Sawahlunto juga dialihkan untuk mendukung pariwisata.

Mak Itam dan satu lokomotif diesel sempat difungsikan sebagai kereta wisata yang beroperasi saban hari Minggu atau apabila ada pesanan khusus. Rute perjalanan Mak Itam hanya singkat saja, yakni dari Sawahlunto ke Muara Kalaban yang berjarak sekitar 8 km. Adapun lokomotif diesel menjadi pengangkut kereta wisata dengan rute Solok-Sawahlunto-Solok-Batutaba-Solok-Sawahlunto-Solok.

Dan, Mak Itam kini sudah tak bisa bertugas. Riwayatnya sekarang menjadi salah satu penghuni Museum Sawahlunto dan saksi bisu sejarah. Meski demikian, orang tetap akan mengenangnya meski hanya bisa menengok wujud Mak Itam dari balik jeruji pagar besi Stasiun Sawahlunto. (ART/IND/HAM/OTW)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X