Kompas.com - 11/10/2013, 09:30 WIB
Tenun khas Sumba, Nusa Tenggara Timur.  KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARITenun khas Sumba, Nusa Tenggara Timur.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS — Ribuan lembar kain tenun Sumba menjadi koleksi sejumlah museum dan kolektor di luar negeri. Banyak motif dari kain tenun yang dimiliki pihak asing tersebut tidak dimiliki Pemerintah Indonesia.

”Kami sempat terkejut karena jumlah ragam motif kain yang dimiliki pihak asing lebih banyak daripada yang ada di Museum Tekstil,” ujar Kepala Museum Tekstil, Indra Riawan seusai pembukaan pameran bertajuk ”Wastra Sumba: Warisan Dunia dari Indonesia”, Rabu (9/10).

Pameran yang berlangsung 9-20 Oktober itu menampilkan 80 lembar kain tradisional Sumba. Sebanyak 20 lembar kain di antaranya koleksi Museum Tekstil, sedangkan 60 lembar kain lainnya koleksi tiga kolektor, yaitu keluarga Clemson, Judi Achjadi, dan Gading Haumara.

Indra mengatakan, di museum Basel, Swiss, terdapat koleksi kain tradisional Indonesia sebanyak 5.000 lembar dan sekitar 2.000 lembar di antaranya adalah kain tenun Sumba. Selain itu, kain tenun Sumba lainnya juga dimiliki sejumlah kolektor dan museum di Belanda, Australia, dan Amerika Serikat.

Melihat hal itu, Indra mengatakan, pihaknya saat ini sudah menjalin kerja sama dengan negara-negara tersebut untuk menghimpun informasi tentang ragam motif tenun Sumba dan kain-kain tradisional lainnya. Informasi yang diperoleh nantinya akan disusun dalam database tentang kain-kain tradisional Indonesia. Kain-kain tradisional tersebut tidak akan diminta karena Museum Tekstil tidak memiliki cukup ruang dengan teknik pemeliharaan yang cukup baik untuk menjaganya.

Margaret Clemson (68) adalah seorang kolektor kain asal Amerika Serikat yang mengoleksi 400 kain tradisional Indonesia. Sebanyak 60 lembar di antaranya adalah kain tenun Sumba. ”Motif kain tenun Sumba sangat unik dan cantik,” ujarnya. (EGI)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.