Kompas.com - 12/10/2013, 10:10 WIB
Museum Benteng Heritage di Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, Banten. KOMPAS.COM/TRI WAHYUNIMuseum Benteng Heritage di Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, Banten.
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Kota Benteng, itulah julukan yang disandang oleh Kota Tangerang. Tidak hanya itu, sebutan Cina Benteng melekat erat pada banyak warganya yang beretnis Tionghoa. Ya, Tangerang memang salah satu daerah di Indonesia tempat banyak etnis Tionghoa tumbuh dan berkembang.

Bukti keberadaan perkembangan peradaban Tionghoa di Tangerang terdapat di Museum Benteng Heritage. Museum pribadi milik Udaya Halim ini merupakan hasil restorasi dari sebuah bangunan tua berarsitektur tradisional Tionghoa yang diduga dibangun pada sekitar abad ke-17. Bangunan yang terletak di Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, ini merupakan bangunan tertua di Tangerang dengan unsur Tionghoa yang amat kental.

Menurut salah satu relawan museum, Hendra, bangunan tua itu dulunya ditinggali oleh masyarakat sekitar. Kondisi bangunan sebelum dijadikan museum pun sangat memprihatinkan dan sangat tidak terawat. Merasa bangunan tersebut merupakan situs budaya yang memiliki nilai historis yang tinggi, pada November 2009 akhirnya Udaya Halim mengambil alih bangunan tua itu.

Dia langsung melakukan proses restorasi untuk mengembalikan kondisi bangunan seperti semula. Proses ini memakan waktu selama dua tahun.

KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI Museum Benteng Heritage di Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, Banten.
Kurangnya literatur atau dokumen terkait kondisi asli bangunan, Udaya Halim dan tim melakukan riset hingga ke negeri orang. Kajian-kajian budaya pun mereka tempuh agar restorasi yang mereka lakukan nantinya tidak akan merusak orinalitas dari bangunan itu sendiri.

“Walaupun direstorasi tapi tetap mempertahankan bentuk dan bahan asli bangunan. Tidak merubah, hanya mengembalikan seperti semula,” ujar Hendra.

Setelah proses restorasi selesai, beberapa dekorasi untuk menguatkan nuansa Tionghoa ditambahkan dekorasi-dekorasi Tionghoa, dan pengaturan sirkulasi udara juga diperbaiki. “Penambahan partisi atau dekorasi tambahan berdasarkan riset karena tidak ada satu pun sumber yang mendeskripsikan keaslian bangunan,” jelas Hendra. Akhirnya pada 11 November 2011 pukul 20.11, Museum Benteng Heritage pun diresmikan.

Museum kebudayaan Indonesia-Tionghoa pertama ini, memiliki dua lantai. Lantai satu museum dijadikan sebagai restoran, tempat gathering, penjualan suvenir, dan sebagainya. Sedangkan di lantai dualah baru kita bisa menemukan berbagai barang antik koleksi museum. Museum ini menyimpan berbagai barang yang berkaitan dengan sejarah etnis Tionghoa di Indonesia serta berbagai artefak yang menjadi saksi bisu masa lalu.

Koleksi Museum

Di lantai dua, Anda bisa menemukan berbagai barang-barang sejarah yang tersusun rapi, baik di dalam etalase maupun yang diletakkan di atas meja. Salah satu koleksi barang-barang antik pertama yang bisa ditemui adalah timbangan opium. Timbangan opium yang terdapat di musum ini berasal dari tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia, Burma, dan Thailand.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Tahu Bedanya Bar, Lounge, Pub, Diskotek, dan Club?

Sudah Tahu Bedanya Bar, Lounge, Pub, Diskotek, dan Club?

Travel Tips
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
9 Tempat Ngopi di Yogyakarta dengan Pemandangan yang Instagramable

9 Tempat Ngopi di Yogyakarta dengan Pemandangan yang Instagramable

Jalan Jalan
Omicron Meluas, Jepang Pertimbangkan Kuasi-Darurat di 13 Prefektur

Omicron Meluas, Jepang Pertimbangkan Kuasi-Darurat di 13 Prefektur

Travel Update
6 Gunung Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Kesegaran

6 Gunung Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Kesegaran

Jalan Jalan
10 Air Terjun di Yogyakarta yang Eksotis dan Wajib Dikunjungi

10 Air Terjun di Yogyakarta yang Eksotis dan Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Rute Tercepat ke Jembatan Girpasang Klaten, Naik Kendaraan Pribadi

Rute Tercepat ke Jembatan Girpasang Klaten, Naik Kendaraan Pribadi

Jalan Jalan
Tips Wisata Jembatan Gantung Girpasang, Waktu Terbaik buat Datang

Tips Wisata Jembatan Gantung Girpasang, Waktu Terbaik buat Datang

Travel Tips
Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Jalan Jalan
Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Jalan Jalan
AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

Travel Promo
Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Travel Update
20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

Jalan Jalan
Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Travel Update
Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.