Kompas.com - 16/10/2013, 18:59 WIB
|
EditorWisnubrata
JAKARTA, KOMPAS.com - Layaknya Hollywood yang ada di Amerika, Batam ternyata juga memiliki studio film serupa. Hal ini akan dipaparkan dalam penayangan program "100 Hari Keliling Indonesia" Kompas TV dalam episode ketujuh.

Salah satu anggota tim 100 Hari Keliling Indonesia, Ignatius Dimas Yulianto mengatakan, Ramon Y Tungka sebagai pemandu acara program tersebut sempat melakukan tur mengelilingi Infinite Studio, Batam.

"Sampai di Batam kita ke Infinite Studio. Kita tur di situ. Luas areanya sekitar 10 hektar. Tempat itu katanya studio film terbesar di Asia Tenggara," ujar Dimas dalam sambungan telepon kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2013).

Studio film tersebut, lanjut Dimas, telah memproduksi karya film maupun animasi. Salah satu karya yang dihasilkan yakni berjudul "Peter Rabbit" telah tayang di saluran Nickelodeon. "Film terbarunya Dead Mine yang dibintangi Ario Bayu," tambahnya.

Setelah mengunjungi studio yang berlokasi di Nongsa, Batam, tim melanjutkan perjalanan ke Natuna yang ada di Kepulauan Riau. Di sana, Dimas mengatakan, Ramon bertemu dengan salah satu nelayan bernama Rodhial Huda. Mereka pun berbincang tentang illegal fishing yang banyak terjadi di perairan Natuna.

"Ramon ketemu sama nelayan tapi mereka sekarang mereka berubah mata pencahariannya menjadi budidaya keramba. Karena mereka kalah saing sama nelayan asing dari Hongkong, China, Taiwan karena kalah teknologi," ujar Dimas.

Para nelayan asing tersebut, merupakan nelayan illegal yang meraup hasil laut Natuna. Kegiatan yang mereka lakukan sangat merugikan negara. "Kita mendengar cerita menurut si mas Huda, dia pernah dengar bahwa kerugian negara akibat illegal fishing itu bisa mencapai 31 trilyun," kata Dimas.

Sebelum menjejak Batam dan Kepulauan Riau, Dimas mengatakan, tim berasal dari Banda Aceh. Selanjutnya tim pun melalui jalur darat dengan menggunakan bis dan kereta hingga menyeberang ke Batam.

"Ramon bilang ini pengalaman yang jarang banget ditemuin, pengalaman pertama naik kereta di Sumatera," tutur Dimas.

Tim Kompas TV "100 Hari Keliling Indonesia" melakukan perjalanan mengelilingi bumi nusantara dimulai dari Jakarta. Setelah itu tim pun menyeberang ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku.

Kelar menjelajah Maluku, tim bergerak ke Nusa Tenggara, Bali dan Pulau Jawa. Keindahan Pulau Jawa pun tak ketinggalan dijamah oleh tim hingga akhirnya kembali ke Jakarta pada Rabu (3/7/2013).

Dalam melakukan misinya, tim menggunakan jalur darat, laut dan penerbangan perintis. Selain itu, tayangan tak hanya sekadar menyajikan panorama alam. Melainkan juga mengangkat sisi budaya, masalah sosial, lingkungan, sampai problematika transportasi yang dihadapi selama perjalanan.

Beberapa kisah perjalanan Ramon dan tim telah dimuat pada rubrik Travel Kompas.com. Sedangkan penayangan di Kompas TV setiap Rabu jam 20.00.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.