Akhir Pekan di Luar Negeri, Kenapa Tidak?

Kompas.com - 19/10/2013, 08:51 WIB
Pasukan Kucing KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANGPasukan Kucing
EditorI Made Asdhiana
HANYA perlu 2,5 jam menumpang pesawat dari Jakarta. Dari Medan, jaraknya bahkan dipangkas 1-1,5 jam lebih singkat. Namun, dua hari di Pulau Penang, Malaysia, kami mendapatkan banyak kejutan dan pelajaran pengelolaan tempat wisata di Indonesia.

Tidak ingin mengorbankan cuti, saya memilih pergi pada akhir pekan, dari Jumat hingga Minggu. Untuk semua biaya perjalanan dan akomodasinya, disiapkan dana Rp 6 juta dari editor. Inilah tugas dengan simulasi menyisihkan penghasilan Rp 500.000 per bulan selama setahun. Menyisihkan Rp 500.000 per bulan dianggap wajar bagi pasangan muda yang baru merintis karier.

Saya pergi bersama seorang rekan guna melengkapi simulasi ini. Saya ingin menguji, bisakah sepasang suami-istri dengan sumber nafkah tunggal berpelesir dengan dana sebesar itu.

Uang sudah di tangan, tetapi tempat tujuan wisata belum ditemukan. Menyukai wisata budaya, alam, dan peninggalan bersejarah, ada tiga tempat yang saya apungkan.

Pertama adalah keajaiban alam Kalimantan Timur. Fenomena Danau Atol Kakaban, Gunung Garam, dan ikan duyung jarang ditemui di belahan dunia lainnya. Kedua adalah peninggalan arsitektur Portugis di Manila hingga ekosistem air tawar dan laut Filipina. Tidak banyak peninggalan Portugis di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Ketiga adalah Penang, Malaysia. Kawasan ini menghadirkan konsep kota kecil Georgetown yang menyimpan keanekaragaman warisan budaya. Perpaduan budaya menghidupkan masyarakat dengan damai.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Jalan Kimberley di kawasan George Town, Penang, Malaysia, Rabu (28/10/2009).
Setelah menghitung biaya perjalanan, Kalimantan Timur dan Filipina terpaksa dicoret. Untuk dua orang, biaya menuju kedua tempat itu terlalu mahal. Setelah dihitung, hanya untuk biaya perjalanan menghabiskan biaya hingga Rp 6 juta, belum biaya makan dan penginapan. Kebetulan, tidak ada tiket promosi murah ke kedua tempat itu saat saya merencanakan simulasi di pertengahan Agustus.

Pilihan akhirnya jatuh pada Penang. Total biaya yang harus saya keluarkan untuk pergi-pulang Penang-Jakarta Rp 2.800.800 untuk dua orang, termasuk pajak bandara. Namun, tanpa penjelasan yang jelas, saya masih harus membayar pajak bandara Rp 300.000 untuk dua orang di Bandar Udara Soekarno Hatta.

Ditambah biaya penginapan Rp 750.000 untuk dua malam, total biaya yang harus dikeluarkan Rp 3.930.000 untuk dua orang. Artinya, ada Rp 2.070.000 yang saya simpan untuk bekal. Saat ditukarkan dengan ringgit Malaysia, saya mendapatkan 627,27 ringgit. Di Bandar Udara Internasional Penang, 1 ringgit setara dengan Rp 3.300.

Tiba di Penang pukul 19.00 waktu setempat, saya menghabiskan biaya paling banyak untuk transportasi. Total yang dikeluarkan 19,4 ringgit. Tiket bus bandara menuju kompleks Tun Abdul Razak (Komtar) 54 ringgit. Biaya makan malam 18 ringgit dan pembelian kartu pos 6 ringgit. Total yang dikeluarkan 19,4 ringgit.

Hari kedua dengan kunjungan paling padat ke sejumlah tempat wisata jelas menghabiskan uang terbesar. Total 374,4 ringgit untuk dua orang pukul 09.00-21.00, mulai dari keliling Georgetown, Taman Kupu-kupu, hingga Pantai Batu Ferringhi.

Salah satu biaya terbesar adalah taksi Georgetown-Taman Kupu-kupu 54 ringgit. Hal ini akibat saya salah perhitungan berdiri di halte bus yang keliru. Halte bus yang saya tunggu ternyata sudah berganti jalur. Sobekan rute lama tidak sepenuhnya hilang dan yang baru belum terpasang. Sekitar 45 menit menunggu bus tak kunjung datang dan nyaris tidak ada warga lokal yang melintas, kami memutuskan memakai taksi dan pulang menggunakan bus dengan biaya hanya 5,4 ringgit untuk dua orang.

KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANG Sitar Klasik
Hari ketiga dengan dua perjalanan menuju Penang Hill dan Kuil Kek Lok Si yang berada di luar Georgetown plus biaya menuju bandara sedikit lebih murah. Total biaya 110 ringgit. Jadi, total biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya perjalanan dan makan malam 503,8 ringgit.

Ditambah biaya oleh-oleh berupa gantungan kunci hingga gelang khas Kek Lok Si sekitar 50 ringgit, saya menghabiskan biaya 603,8 ringgit atau sisa 73,47 ringgit. Setelah ditukarkan di Indonesia dengan kurs 1 ringgit setara dengan Rp 3.600, sisa uang tinggal Rp 264.492. Biaya antar-jemput Bandar Udara Soekarno Hatta tidak saya hitung karena ada saudara yang berbaik hati mengantar-jemput kami. (Cornelius Helmy Herlambang)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Travel Update
Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Travel Update
Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Travel Update
Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Travel Update
7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X