Kompas.com - 19/10/2013, 15:35 WIB
Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. BARRY KUSUMAKampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
EditorI Made Asdhiana
”HIDUP” berdampingan dengan Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, membuat Sungai Ciwulan tak hanya terus bertahan sepanjang masa, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang di tepiannya.

Hal ini karena warga Kampung Naga terus bertahan menjaga adat tradisi karuhun (leluhur) hingga ratusan tahun. Salah satu adat yang dipertahankan hingga kini adalah melestarikan hutan di hulu sungai. Hutan itu dikenal dengan nama Hutan Biuk atau Leuweung Naga, yang luasnya hanya sekitar 1,5 hektar. Jika tak dilestarikan, mereka percaya hidup mereka tak akan selamat.

Hutan Biuk terletak di daerah perbukitan lereng barat daya Gunung Galunggung. Kawasan itu merupakan daerah hulu aliran Sungai Ciwulan. Kampung adat tradisional Naga terletak 500 meter di bawah jalan provinsi Tasikmalaya-Bandung lewat Garut, atau 30 kilometer barat kota Tasikmalaya.

”Air Sungai Ciwulan tidak pernah kering. Hasilnya panen padi juga terus melimpah. Dari lahan sekecil ini, saya bisa dapat 7 kuintal padi. Karena terus panen, sudah lama saya tak beli beras. Bahkan, saya tidak tahu lagi berapa harga beras,” ujar Anang (45), warga Kampung Adat Naga, baru-baru ini.

Meskipun terik matahari di musim kemarau itu sangat menyengat, Anang masih tetap tersenyum. Sebab, sawahnya dengan ukuran 70 meter persegi, yang baru selesai diolahnya, terus dialiri air. Sebentar lagi, ia akan mulai menanam benih pare gede (padi besar) di lahannya.

Sepanjang tahun, air Sungai Ciwulan tak hanya menghidupi masyarakat Kampung Naga dan keturunannya, tetapi juga warga lainnya. Air Sungai Ciwulan tak sekadar melimpah, tetapi juga harus bersih. Asep Ridwan (32), peternak dari Kampung Warungpeuteuy, Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, yang kandangnya di atas kolam dengan sumber air dari Sungai Ciwulan, ikut memanfaatkannya. Untuk sawahnya, Asep memanfaatkan irigasi dari Sungai Ciwulan.

Bahkan, tak hanya keluarga Asep, tetapi lebih dari 1.200 keluarga warga Desa Margalaksana dan sebagian besar penduduk di Tasikmalaya barat, khususnya Kecamatan Taraju dan Mangunreja yang ditopang sumber air dari Hutan Biuk itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BARRY KUSUMA Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Namun, berkat air yang mengalir tak berkesudahan itu tak datang dengan sendirinya. Warga Kampung Naga mencoba menghargai kehidupan alam lewat pelestarian Sungai Ciwulan.

Saat ini, jumlah rumah di kampung adat ini ada 103 buah ditambah dua bangunan berupa balai pertemuan dan masjid. Rumah-rumah yang tipe ataupun ukurannya sama ini diisi sekitar 400 jiwa warga Naga.

Biar membusuk sendiri

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

BrandzView
Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Travel Update
Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Travel Update
Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Jalan Jalan
7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Travel Update
Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Travel Update
Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Jalan Jalan
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

Travel Update
PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

Travel Update
Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Travel Update
IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

Travel Update
Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Travel Update
Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Travel Update
1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X