Kompas.com - 20/10/2013, 16:09 WIB
EditorI Made Asdhiana
GULUNGAN ombak setinggi 3 meter silih berganti menerjang lambung perahu kami. Perahu kecil kami pun terombang-ambing dalam pelayaran dari Pulau Run menuju Pulau Nailaka, Kepulauan Banda. Cemas membalut rasa menghadapi bahaya yang mengancam. Semua penumpang terdiam.

Pulau Run terletak di ujung barat gugus Kepulauan Banda. Adapun Pulau Nailaka berada di sisi timur laut Pulau Run. Walau kedua pulau hanya terpisah laut berjarak kurang dari 1 kilometer, tetapi itu adalah laut terdalam di Nusantara. Perairan dangkal hanya sekitar 500-700 meter dari bibir pantai. Selepas itu, palung laut yang sangat dalam.

Awal Juni lalu, tim Ekspedisi Sabang-Merauke: ”Kota dan Jejak Peradaban” Kompas mengarungi keganasan ombak Laut Banda. Dalam perahu kayu bermotor sepanjang 6 meter dan lebar 1,25 meter itu, kami bersama satu pelancong asal New York, dua turis asal Australia, serta ditemani dua wisatawan domestik. Total ada 10 penumpang, termasuk nakhoda.

Bertolak dari Pulau Neira, ibu kota Kecamatan Banda, Maluku Tengah, laut masih teduh. Setelah keluar dari perairan yang memisahkan Pulau Gunung Banda Api dengan Banda Besar (Lonthoir), guncangan ombak mulai terasa. Laut yang semula berwarna biru jernih pun menghitam, gelap. Semakin siang, ombak kian tinggi dan ganas. Kami butuh waktu sekitar 2,5 jam ke Run.

Mendekati perairan dangkal di Pulau Run, belasan kapal motor terlihat tertambat di tepi pulau berbatu yang luasnya hanya 2,6 kilometer persegi itu. Sepintas pulau ini lengang, hanya ada beberapa anak kecil bermain. Tak begitu tampak aktivitas masyarakat.

Padahal, pada awal abad ke-16 hingga akhir abad ke-17, pulau ini menjadi rebutan Inggris dan Belanda. Dalam buku Indonesia Banda, Colonialism and Its Aftermath in the Nutmeg Island (1983), Willard A Hanna menyebutkan, Portugis adalah negara yang paling awal menguasai Kepulauan Banda, pada 1511. Namun sekitar tahun 1605, Inggris melalui Perusahaan Hindia Timur Britania (East India Company/EIC) merebut Pulau Run dan Ai, dua pulau kecil di bagian barat Kepulauan Banda. Run dan Ai pun menjadi daerah pertama bagian dari jajahan Inggris. Karena itu gelar penuh Raja James I pada waktu itu adalah Raja Inggris, Skotlandia, Irlandia, Perancis, Puloway (Ai), dan Puloroon (Run).

Pada saat bersamaan, Belanda lewat Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) di bawah Laksamana Van der Hagen mulai menancapkan monopoli perdagangan rempah-rempah dengan mengusir Portugis dari Kepulauan Banda, kecuali Pulau Run dan Ai. Selama puluhan tahun, Pulau Run yang dikuasai Inggris menjadi duri dalam daging dalam impian Belanda memonopoli perdagangan pala.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dermaga di Banda Neira, Maluku.
Menurut salah satu penggiat wisata Banda, Rizal Bahalwan, pada awal abad ke-17, nilai 1 gram pala lebih mahal ketimbang 1 gram emas. Karena itu, Run menjadi pertaruhan terakhir Belanda untuk memonopoli penuh perdagangan pala.

Hanya saja, keganasan ombak Laut Banda menjadi kendala utama Belanda merebut Pulau Run. Dalam beberapa kesempatan percobaan serangan, Belanda tak pernah berhasil mendekat ke pulau tersebut.

Akhirnya tentara VOC di masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1621 berhasil mengusir Inggris dari Run. Serangkaian perjuangan heroik sepasukan kecil Inggris mempertahankan Run, digambarkan secara dramatis oleh Giles Milton dalam novel Nathaniel’s Nutmeg: How One Man’s Courage Changed the Course of History (1999).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.