Kompas.com - 20/10/2013, 16:44 WIB
EditorI Made Asdhiana

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Hendri Nugroho mengatakan, jika menghitung harga beras Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, DAS Ciwulan memegang peranan penting memutar uang Rp 1,4 triliun-Rp 1,7 triliun per tahun. Perannya akan semakin terasa saat pasokan air bersih 36.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sukapura menggantungkan pasokan air pada sumber air di sekitar DAS Ciwulan.

Meskipun menghidupi ribuan warga Tasikmalaya, jarak antara kehancuran dan pelestarian Ciwulan sangat tipis. Penambangan pasir di sekitar anak sungai yang berada dekat dengan Gunung Galunggung menjadi ancaman utama.

Burhan Mulyadi, aktivis Walhi di Tasikmalaya, mengatakan, beberapa perusahaan pasir masih ada yang nakal dengan melakukan pencucian pasir sembarangan di anak Ciwulan. Contohnya saat beberapa perusahaan mencuci pasir di hulu Sungai Cikunir begitu saja sehingga menyisakan air keruh bagi sumber air tanah warga, sawah, atau kolam ikan di bawahnya.

”Sawah dan padi rusak berat kalau air sungai sudah bercampur lumpur,” kata Jajang (28), petani Kampung Citamperas, Desa Tawang Banteng, Kecamatan Sukaratu. Air keruh Cikunir juga berakhir di Ciwulan. Akibatnya, Jajang mengatakan, hasil panen dari 700 bata sawah miliknya tidak bisa diandalkan sejak dua tahun terakhir.

Jika sebelumnya sawah bisa menghasilkan 6-8 ton per panen selama empat bulan, saat ini paling banyak hanya mampu panen 7 kuintal per panen. Pendapatan pun menurun drastis. Jika sebelumnya mendapatkan Rp 2 juta-Rp 3 juta per panen, kini ia harus menanggung rugi Rp 1 juta per panen.

”Paling banyak kita hanya dapat Rp 700.000 per panen. Akibatnya, saya terpaksa pinjam uang ke berbagai pihak untuk biaya panen selanjutnya. Dalam dua tahun, utangnya mencapai Rp 3,5 juta,” katanya.

Kearifan lokal Naga

Hal tersebut kontras dengan kepedulian lingkungan masyarakat Kampung Naga. Hanya berjarak 15 kilometer dari area penambangan pasir, Ciwulan diperlakukan bak bayi. Keajaiban kearifan lokal membuahkan hutan larangan Biuk. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam hutan lebat yang diisi pohon tua berakar besar itu.

Kualitas air pun dijaga ketat oleh masyarakat Naga. Cucu, salah seorang pemuka adat Kampung Naga, menetapkan larangan tegas membuang sampah langsung ke sungai hingga menebar racun ikan ke dalam sungai. Air seperti menjadi sesuatu yang sakral dan harus dijaga.

”Dirawat seperti bayi, Ciwulan akan menjadi kekasih yang tidak pernah ingkar janji. Dia tidak pernah membuat kami merasakan kekeringan. Tahun lalu saat banyak daerah mengalami kekeringan saat kemarau panjang, kami justru tetap bisa menanam padi,” kata Cucu.

Penyelamatan yang berusia ratusan tahun itu kini menjadi inspirasi. Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya berusaha menyelamatkan kebersihan sungai yang dikemas dengan balutan potensi ekonomi dan wisata.

Sekretaris FAJI Kabupaten Tasikmalaya Nanang Kuswara mengatakan, pada Februari 2013 pihaknya menanam 2.500 pohon picung agar mengalirkan air di sana. Pohon picung dipilih karena merupakan tanaman yang bisa menyerap dan menyimpan air lebih banyak. Akar picung yang kuat juga bisa mencengkeram tanah mencegah longsor.

Nanang berharap pelestarian di Ciwulan bisa memicu minat masyarakat untuk menekuni potensi lain dari Ciwulan. Dengan kualifikasi jeram 3 hingga 3+, Ciwulan setara dengan Sungai Citarik di Sukabumi dan Sungai Elo di Magelang, Jawa Tengah.

”Di Elo, misalnya, setiap akhir pekan ada sekitar 100 perahu yang digunakan untuk arung jeram. Satu perahu
diisi enam orang. Tarif per orang Rp 250.000 per orang,” ujarnya. (Helmy Herlambang dan Dedi Muhtadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangkan Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangkan Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.