Kompas.com - 21/10/2013, 13:15 WIB
EditorI Made Asdhiana
AGATS, KOMPAS — Setelah lebih dari sepuluh jam menikmati goyangan Laut Arafuru dari Mimika, Papua, Tim Ekspedisi Sabang-Merauke: ”Kota dan Jejak Peradaban” Kompas akhirnya tiba di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (20/10/2013) pagi. Dari kapal, tim bisa melihat deretan rumah panggung yang sebagian sudah reyot, seperti garis hitam memanjang di tepi laut.

Kapal KN Bimasakti Utama yang ditumpangi tim ekspedisi tak bisa bersandar di dermaga pelabuhan Agats karena ada kapal Pelni Tatamailau yang juga akan bersandar. Nakhoda KN Bimasakti Utama Suntoro memilih melego jangkar di dekat dermaga. Dengan sekoci, tim pun menuju ke daratan.

Saat mulai berjalan, tim menyadari tidak menginjak tanah. Kota di atas rawa ini memiliki jaringan jalan dari papan setinggi 1 meter di atas tanah. Warga membangun rumah panggung yang sebagian menyambung ke jalan papan. Dari pagi sampai siang, aroma lumpur di kolong jalan dan rumah panggung sangat terasa. Saat sore menjelang, air pasang dari laut pun menggenang.

Banyak warga Agats adalah nelayan. Ada pula yang menjadi penjual sayur di emperan toko, tukang ojek, atau buruh angkut di pelabuhan kapal penumpang atau pasar.

Agats merupakan ibu kota kabupaten, tempat suku Asmat yang tenar berkat keindahan dan kreativitas ukiran kayunya. Namun, kondisi perkampungan dan kehidupan warga setempat menggambarkan wajah ketertinggalan Asmat.

Aktivitas perdagangan didominasi pedagang dari luar Asmat, yang menjual sandang, pangan, hingga barang elektronik, termasuk sepeda motor listrik yang setahun terakhir ramai lalu lalang di jalan papan di Agats.

Satu jalan beton tengah dibangun dari tepi kota ke pelabuhan penumpang, melengkapi jalan ke arah pasar. ”Jadi nanti bertambah lagi ’jalan tol’ di sini,” kata Theresia Penensia, warga Agats, sambil tertawa.

Hidup di Agats tak mudah. Suplai air bersih terbatas. Warga mengandalkan tampungan air hujan. (MHF/HAM/OTW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.