Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/10/2013, 09:27 WIB
EditorI Made Asdhiana
MERAUKE, KOMPAS — Perjalanan Tim Ekspedisi Sabang-Merauke: Kota dan Jejak Peradaban Kompas dari Sabang, Aceh, berakhir di Merauke, Papua, Rabu (23/10/2013). Petualangan melihat Indonesia dari dekat itu menempuh jarak sejauh 8.514,22 kilometer dengan perjalanan darat (5.307,32 km) dan laut (3.206,9 km).

Dari Sabang di Pulau Weh, Aceh, kami melintasi Sumatera, membelah Jawa, kemudian menyeberang ke Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores. Di ujung timur Pulau Flores di Larantuka, tim melanjutkan perjalanan dengan menumpang Kapal Navigasi (KN) Bimasakti Utama milik Kementerian Perhubungan.

Selama pelayaran dari Larantuka, cuaca sangat bersahabat. Kapal berlayar tenang mengarungi Laut Sabu yang teduh. Sesekali kapal kami menerjang gelombang setinggi 1,5 meter. Selebihnya, kami menikmati Laut Sabu dan Laut Banda di Maluku yang jernih dan menyuguhkan pemandangan sekawanan lumba-lumba berenang mengiringi perjalanan.

Ombak yang memabukkan baru kami temui saat bertolak dari Agats, Kabupaten Asmat, melayari Laut Arafuru menuju Merauke. Ketika melewati Tanjung Salah di bagian selatan Papua, kapal kami harus menerjang ombak setinggi 3-5 meter.

Awan gelap tebal menggantung di langit. Laut terus bergejolak. Kapal terus melaju naik-turun atau bergoyang ke kanan-kiri mengikuti ombak. Angin yang bertiup dari depan 41 knot membuat kapal berbobot mati 1.271 ton hanya bisa melaju 5 knot. Separuh dari kecepatan dalam kondisi normal.

Anak buah kapal dan kami memilih berdiam di kamar. Tidur menjadi pilihan terbaik saat badai menghadang perjalanan. Hari mulai terang saat perjalanan sejauh 402 mil (sekitar 650 km) dari Agats mendekati akhir.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Tim Ekspedisi Sabang-Merauke melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menuju Pulau Alor dengan menggunakan Kapal Navigasi Bimasakti Utama milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Rabu (9/10/2013).
Kami menarik napas lega saat daratan Merauke mulai terlihat dari anjungan kapal. Sekitar 8 mil laut (sekitar 13 km) dari Merauke, nakhoda KN Bimasakti Utama Suntoro memutuskan lego jangkar karena muara terlalu dangkal untuk sandar ke pelabuhan. Setelah air pasang, sekitar pukul 14.00 WIT kapal baru merapat ke Pelabuhan Merauke.

Syahbandar Pelabuhan Merauke Hengky, Kepala Distrik Navigasi Merauke Ventje, dan pejabat pelabuhan menyambut kami di dermaga. Kami terharu saat menjejakkan kaki di Merauke. Kami telah berpetualang dari ujung barat ke ujung timur Indonesia. Kami melihat beragam kearifan lokal yang masih terawat di sejumlah daerah. Mereka memelihara kebinekaan dalam kehidupan dan saling bergotong royong menjalani kehidupan.

Di Merauke, kami akan mengakhiri perjalanan selama 40 hari mengelilingi Indonesia. Ini bertepatan dengan peringatan 85 tahun Sumpah Pemuda untuk mengukuhkan kembali rasa kebangsaan dan kebanggaan. (MHF/HAM/OTW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Jalan Jalan
565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

Travel Update
Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Travel Promo
Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Jalan Jalan
Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Travel Update
NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Travel Update
Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Travel Tips
Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Travel Tips
Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Travel Update
Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+