Kompas.com - 27/10/2013, 09:49 WIB
Seekor orangutan bermain di kandangnya di Kebun Raya Samarindda di luar Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (3/10/2013). Kebun yang awalnya merupakan kebun dan laboratorium penelitian Universitas Mulawarman itu kini dikembangkan menjadi tempat wisata alam. Beberapa koleksi satwa yang ada merupakan satwa sitaan yang sebelumnya menjadi piaraan warga. KOMPAS/IWAN SETIYAWANSeekor orangutan bermain di kandangnya di Kebun Raya Samarindda di luar Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (3/10/2013). Kebun yang awalnya merupakan kebun dan laboratorium penelitian Universitas Mulawarman itu kini dikembangkan menjadi tempat wisata alam. Beberapa koleksi satwa yang ada merupakan satwa sitaan yang sebelumnya menjadi piaraan warga.
|
EditorI Made Asdhiana
SAMARINDA, KOMPAS.com – Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kominfo (Disbudparkominfo) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menggandeng hotel-hotel berbintang untuk menggarap potensi pasar pariwisata yang ada di Kota Samarinda. Dengan mengkombinasikan strategi pemasaran perhotelan, Disbudparkominfo menggali semua tempat-tempat wisata Kota Tepian untuk ditunjukkan pada semua wisatawan yang datang.

Seperti diungkapkan Kadis Disbudparkominfo Samarinda, HM Faisal, dengan menggarap pasar tersebut, dipastikan tercipta hubungan yang saling menguntungkan sektor pariwisata dan perhotelan. Dengan ikut memperkenalkan wisata-wisata yang ada, jelas hotel sebagai tempat menginap sangat dibutuhkan. “Dunia perhotelan bisa dimanfaatkan untuk menjual wisata di Samarinda. timbal baliknya, wisatawan yang datang pun mencari hotel dan memenuhi target tingkat hunian,” kata Faisal, Jumat (25/10/2013).

Menurut Faisal, banyak ikon-ikon penguat wisata yang dihadirkan di Samarinda. Misalnya ikan pesut, amplang, sarung Samarinda, Sungai Mahakam, Islamic Centre, dan lain-lain. Sangat berguna sekali jika makin digalakkan dan dipromosikan dengaan bantuan hotel-hotel berbintang.

“Dibutuhkan adanya rasa kebanggaan terhadap Samarinda untuk mendukung strategi pemasaran tersebut. Jangan ingat Samarinda dari segi bencananya saja, misal banjir atau debu. Tapi ingat juga wisata-wisata yang ada, dan harus berbangga hati,” katanya.

Bahkan Faisal menyebut Samarinda sekarang jauh lebih maju dibanding kota-kota lainnya di Kalimantan. Dengan kemajuan tersebut, sektor pariwisata adalah hal pertama yang dicari para wisatawan. Tak hanya wisata-wisata alam, wisata modern seperti mal dan tempat hiburan malam (THM) pun berkelas dan menarik minat pengunjung dari luar daerah.

“Obyek wisata alam yang tersedia misalnya air terjun Tanah Merah dan air terjun Pinang Seribu. Selain itu ada Kebun Raya Samarinda, dan desa Pampang. Banyak wisatawan asing yang bertandang di sana. Akan banyak lagi yang datang, jika ada wisatawan yang menginap di hotel, dan diperkenalkan pihak hotel untuk bertandang ke semua tempat wisata,” terangnya.

Faisal berharap setelah ini, promosi wisata di Samarinda tidak kalah dengan promosi wisata di Kota Raja Tenggarong Kutai Kartanegara. Karena setelah ini, pembangunan di Samarinda juga akan menomorsatukan tempat-tempat hiburan dan tempat wisata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X