Wangsit Kalimasada di Bawah Pohon Sukun

Kompas.com - 28/10/2013, 08:15 WIB
Dua tongkat Bung Karno semasa pengasingan di Ende, 1934-1938. KOMPAS/HARIADI SAPTONODua tongkat Bung Karno semasa pengasingan di Ende, 1934-1938.
EditorI Made Asdhiana

Saat berjalan berdampingan dengan para pastor, Bung Karno selalu menempatkan dirinya di samping kiri pastor. Suatu ketika, Huijtink memutuskan berjalan di samping kiri Bung Karno. Berjalan di sebelah kiri seseorang berarti melindungi orang di sebelah kanannya.

Selain Huijtink, kalangan pastor yang bersahabat karib dengan Bung Karno adalah Pater Johanes Bouma SVD, yang kala itu menjabat sebagai Pemimpin SVD Regio Sunda Kecil.

Komunitas SVD atau Serikat Sabda Allah merupakan salah satu tarekat Katolik yang berkembang di Indonesia. Sejak tahun 1915, pusat misi SVD berpindah ke Ndona, Ende, Pulau Flores.

”Ketika Bung Karno dibuang ke Ende, SVD baru 19 tahun menetap di Flores. Namun, karya SVD sudah cukup nyata, bahkan sudah bisa dirasakan orang yang bukan Katolik, seperti Bung Karno,” kata Pemimpin Umum Harian Flores Pos John Dami Mukese. Flores Pos, salah satu unit misi karya SVD, mulai terbit sejak tahun 1999.

Menurut John, persahabatan dengan pastor telah mengantar Bung Karno kepada suatu penemuan penting, yaitu toleransi beragama.

Ia mengenal agama Katolik, tetapi juga berkesempatan memperdalam Islam melalui korespondensi dengan ulama asal Bandung, Jawa Barat, TA Hasan. Sebanyak 12 surat kemudian diterbitkan dengan judul Surat-surat Islam dari Ende.

Gagasan dan rencana Bung Karno mendirikan negara Indonesia merdeka, serta ide-ide brilian dalam menemukan dan merumuskan butir-butir mutiara Pancasila, juga tidak terlepas dari diskusi yang serius dan mendalam dengan kedua sahabatnya yang berbeda keyakinan tersebut.

Dari keakraban dengan para pastor, Bung Karno juga dapat mempelajari apa saja yang dia inginkan, terutama melalui eksplorasinya di perpustakaan milik biara.

Dia melahap berbagai jenis buku, mulai dari berbagai aliran seni lukis, sejarah, hingga budaya bangsa-bangsa, serta berbagai aliran filsafat. Bung Karno juga mengetahui perkembangan negara-negara di dunia dari koran- koran luar negeri yang dikirim ke Misi Ende.

Sosialisme

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X