Kompas.com - 30/10/2013, 10:28 WIB
Penari membawakan tari gandrung di Sanggar Sekar Jagad, Dusun Cungking, Desa Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jumat (7/1/2011). Tari gandrung merupakan salah satu tarian khas Banyuwangi. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPenari membawakan tari gandrung di Sanggar Sekar Jagad, Dusun Cungking, Desa Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jumat (7/1/2011). Tari gandrung merupakan salah satu tarian khas Banyuwangi.
|
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Suara musik Gandrung mengalun saat masuk ke dalam gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi. Menginjakkan kaki pertama, pengunjung seakan di bawa ke sebuah lorong waktu. Panel display bertuliskan "Pameran Kepurbakalaan di Kabupaten Banyuwangi" dengan latar belakang situs Umpak Songo Kecamatan Muncar Banyuwangi.

"Kami terakhir kali pameran di Banyuwangi 26 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1987. Sudah cukup lama sekali," ungkap Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto wilayah kerja Provinsi Jawa Timur, Aris Soviyani sambil tersenyum sumringah, Selasa (29/10/2013), saat membuka pameran yang digelar mulai 29 Oktober 2013 sampai 1 November 2013.

Di tahun 2013, pameran kepurbakalaan dilaksanakan di beberapa daerah dan salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari pameran kepurbakalaan adalah memberikan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat tentang bagaimana wujud cagar budaya, fungsi dari masa lalu serta memberikan pemahaman tentang arti penting cagar budaya bagi perkembangan sejarah bangsa Indonesia.

Aris menjelaskan ada 72 benda cagar budaya koleksi Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto Wilayah Kerja Provinsi Jawa Timur. "Benda cagar budaya ini terdiri dari masa prasejarah, klasik, Islam dan kolonial. Namun sebagian besar koleksi berasal dari era Majapahit. Benda-benda itu hasil temuan dari seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Banyuwangi. Seperti Surya Majapahit yang biasa ditemukan di langit candi, Arca Bhima, Jaladwara Arca Garuda yaitu pancuran air yang ditempatkan pada sudut bangunan candi dan menjadi simbol kesuburan," jelasnya.

Dalam perkembangan kepurbakalaan di Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi memiliki tinggalan cagar budaya yang beragam. Mulai dari masa neolitikum yang berada di daerah Glenmore yang memiliki 18 situs.

Yanti Muda Oktaviana, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta ditemukan setidaknya 350 stupika di Gumuk Klinting dan Gumuk Jadah. "Sebagian besar berasal dari masa klasik Hindu Budha," katanya.

Dari hasil inventarisasi yang dilakukan pada tahun 2013, Banyuwangi mempunyai sebaran cagar budaya yang cukup banyak yang berada dalam beberapa titik kecamatan. Di Kecamatan Muncar terdapat Ompak Songo, situs Gumuk Klinting, situs Gumuk Mas, situs Gumuk Putri, situs Gumuk Jadah, situs Bale Kambang. Di Kecamatan Rogojampi ada situs Gumuk Tugu, situs Gumuk Ratu Kedawung, situs Gumuk Banteng, makam Adi Patih Gringsing dan situs Watu Kebo. Ada juga situs Macan Putih di Kecamatan Kabat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu di Kecamatan Songonjuruh terdapat situs Watu Kalasan, situs Watu Jaran dan situs Watu Lumpang. "Belum lagi tinggalan kolonial yang masih dapat dilihat yang tersebar di wilayah Banyuwangi seperti kampung Inggrisan," jelasnya.

Indah, salah satu mahasiswa yang datang ke pameran mengaku senang dengan penyelenggaraan pameran tersebut. "Paling tidak memberikan ilmu pengetahuan baru khususnya bagi mahasiswa seperti saya. Hanya saja mungkin koleksi yang berasal dari Banyuwangi lebih banyak dan ikut dipamerkan," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ikaningtyas Unggraini, ketua Komunitas Pecinta Sejarah Blambangan. "Banyuwangi merupakan wilayah penting di masa lalu. Dan sangat disayangkan jika cagar budaya khususnya di Banyuwangi tidak mendapatkan perhatian. Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera memiliki perda cagar budaya agar cagar budaya di Banyuwangi mempunyai kekuatan hukum," jelasnya.

Menurut Ika, banyaknya situs di Banyuwangi juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengenalkan Banyuwangi. "Seperti membuat konsep kota tua Banyuwangi atau wisata sejarah. Jangan sampai generasi muda menjadi tuna sejarah," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Travel Update
5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

Travel Tips
Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Travel Update
Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Travel Update
Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Travel Update
Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Travel Update
Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.