Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/10/2013, 08:52 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata syariah mengingat sebagian besar penduduknya adalah Muslim dan adanya faktor pendukung seperti ketersediaan produk halal.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Lukmanul Hakim dalam Forum Halal Global di Jakarta, Rabu (30/10/2013), mengatakan, selain populasi Muslim, potensi wisata syariah di Indonesia itu juga bisa dilihat dari beberapa hal lain yang mendukung.

Pendukung itu di antaranya meningkatnya konsumsi produk halal, naiknya jumlah perbankan syariah dalam lima tahun terakhir, indeks kesadaran produk halal yang juga naik 70 persen dari 2009 menjadi 92 persen pada 2010, serta jumlah produk bersertifikat halal yang naik 100 persen dalam kurun waktu 2009-2010.

"Perlu kesadaran dari para pelaku industri pariwisata untuk membuat wisata syariah memiliki nilai jual karena populasi Muslim di Indonesia sangat besar, sekitar 209 juta orang. Ini peluang," katanya.

Menurut Lukman, Islam sangat memengaruhi kultur hidup orang-orang Indonesia sehingga wacana penerapan pariwisata syariah sangat besar potensinya untuk berkembang.

Dia menjelaskan, pada 2011, wisatawan Muslim dunia menghabiskan dana 126 miliar dollar AS untuk berwisata dan hanya sebesar 1,53 juta dollar AS yang dihabiskan di Indonesia. "Ini berarti kesempatan besar untuk meningkatkan wisata syariah di Indonesia," katanya.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (8/6/2011). Jam peninggalan zaman kolonial Belanda ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Kota Bukittinggi.
Terlebih, lanjut Lukman, Indonesia memiliki banyak potensi berupa pemandangan alam yang bagus dengan 17.100 pulau dan 742 bahasa. Selain itu, Indonesia yang berpenduduk 250 juta orang merupakan negara kepulauan terbesar dengan panjang 5.120 km dari barat ke timur dan 1.760 km dari utara ke selatan.

Dalam pariwisata syariah diperlukan beberapa aspek utama, yaitu ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah yang memadai, pelayanan buka puasa selama Ramadhan, serta adanya pembatasan aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan syariah.

Indonesia menawarkan sembilan destinasi wisata syariah, yaitu Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok, dan Makassar. Penetapan destinasi wisata syariah tersebut merupakan persiapan menjelang peluncuran produk wisata syariah tahun 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+