Kompas.com - 01/11/2013, 11:33 WIB
Pengunjung mengamati benda-benda koleksi Museum Radya Pustaka di Kota Solo, Jawa Tengah, termasuk piala porselin hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Susuhanan Pakubuwono IV (depan), Rabu (24/8/2011). Museum yang didirikan oleh KRA Sosrodiningrat IV pada tahun 1890 ini banyak mengoleksi peninggalan-peninggalan milik keraton. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Pengunjung mengamati benda-benda koleksi Museum Radya Pustaka di Kota Solo, Jawa Tengah, termasuk piala porselin hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Susuhanan Pakubuwono IV (depan), Rabu (24/8/2011). Museum yang didirikan oleh KRA Sosrodiningrat IV pada tahun 1890 ini banyak mengoleksi peninggalan-peninggalan milik keraton.
EditorI Made Asdhiana
BERDEBU dan kusam adalah kesan Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, yang selama ini melekat di benak masyarakat. Kondisi ini membuat orang enggan datang, padahal koleksi di dalamnya ibarat harta karun terpendam yang menyimpan sejarah dan ilmu pengetahuan tak ternilai yang menunggu digali. Mereka yang lebih sadar terhadap nilai koleksi-koleksi kuno museum ini barangkali lebih didominasi para pencari keuntungan atau kolektor-kolektor nakal yang mencari-cari kesempatan untuk memiliki koleksi yang bernilai ekonomi tinggi di dunia kolektor.

Pada ulang tahunnya yang ke-123, kondisi Museum Radya Pustaka hampir tak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja sudah mulai terlihat dindingnya putih bersih setelah dicat, demikian pula pintu-pintunya yang berhias ukiran. Namun, batas waktu revitalisasi museum selama 100 hari yang dimulai sejak 4 September lalu tersebut masih menyisakan banyak pekerjaan. Koleksi-koleksi museum pun masih ditaruh di peti atau diselubungi plastik agar tidak kotor.

”Selama saya kerja 10 tahun di sini, belum pernah ada perbaikan bangunan. Vitrin-vitrin-nya (tempat untuk memajang koleksi museum) banyak yang keropos bagian belakangnya. Museum ini seperti orang sakit yang dibiarkan. Saya seperti merasa mereka bisa bicara dan ikut merasakan kondisi mereka,” kata staf Museum Radya Pustaka, Soemarni Wijayanti, di sela-sela selamatan atau wilujengan hari ulang tahun ke-123 Museum Radya Pustaka, Senin (28/10/2013).

Revitalisasi museum yang menelan biaya lebih dari Rp 800 juta ini menjanjikan penampilan museum yang lebih segar. Kesan suram museum diharapkan sebentar lagi akan sirna. Namun jika revitalisasi hanya sebatas fisik, perubahan penampilan saja barangkali masih tidak mampu menarik kecintaan masyarakat terhadap warisan yang dimiliki museum.

Ketua Komite Museum Radya Pustaka Purnomo Subagyo menuturkan, perbaikan fisik bangunan akan diikuti penataan koleksi. Pihaknya akan melengkapi narasi untuk koleksi-koleksi yang ditampilkan agar masyarakat lebih memahami arti dan nilai suatu koleksi.

”Kalau koleksi tempat lilin hanya ditulisi tempat lilin, apa menariknya. Kami harus bisa menyajikan cerita yang menyertai tempat lilin ini, misalnya buatan tahun berapa, materialnya apa, pernah dipakai siapa, dan dalam suasana apa. Tetapi memang butuh waktu untuk menggali informasi ini,” ujar Purnomo.

KOMPAS/SRI REJEKI Beberapa koleksi arca batu dari abad VII-X Masehi koleksi Museum Radya Pustaka, Solo ditaruh di teras gedung. Saat ini museum dalam tahap pengecatan dan penataan ulang koleksi.
Pihaknya juga berencana mendigitalisasi koleksi naskah-naskah kuno untuk kemudian ditranslasikan dan diterjemahkan. Lantas hasilnya dibukukan dan dijual kepada masyarakat umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Hasil penjualan buku ini bisa untuk pemasukan museum sehingga lama-kelamaan museum bisa mengurangi subsidi dari pemerintah kota dan pada akhirnya mandiri,” kata Purnomo.

Dari balik selubung plastiknya yang berdebu, patung pendiri museum ini, Kanjeng Raden Arjo (KRA) Sosrodiningrat IV ’menunggu’ terwujudnya impian tersebut. Paling tidak, museum sebagai gudang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai sejarah yang bisa menjadi sumber inspirasi anak bangsa lebih diperhatikan kondisinya seperti seharusnya. (eki)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Travel Update
Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Travel Update
Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Travel Tips
AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

Travel Update
10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

Jalan Jalan
Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Travel Update
Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary
Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.