Melepas Senja di Takat Sagele

Kompas.com - 01/11/2013, 14:52 WIB
Senja di Takat Sagele di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. BARRY KUSUMASenja di Takat Sagele di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
EditorI Made Asdhiana
LETAK Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat sangat strategis. Di sebelah barat bertetangga dengan Lombok dan Bali. Di sebelah timur terbentang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari sisi pariwisata, lokasi Sumbawa sangat menguntungkan. Wisatawan dari Bali yang ingin ke Labuan Bajo (Flores) melalui jalan darat untuk melihat binatang komodo pasti akan melewati Sumbawa. Demikian juga sebaliknya.

Untuk wisata bahari, Kabupaten Sumbawa sudah menyiapkan beragam obyek wisata, salah satunya, Pulau Moyo seluas 32.044,86 ha. Untuk menjangkau pulau yang dikenal dengan wisata pantainya ini, wisatawan harus menyeberang dari Pulau Sumbawa sekitar 2 jam. Bagi turis asing, keberadaan Moyo di utara Pulau Sumbawa, sayang untuk dilewatkan.

Bahkan kapal phinisi yang kerap membawa rombongan turis asing biasanya setelah mengunjungi Labuan Bajo (Flores) saat kembali menuju Gili Trawangan (Lombok), selalu mampir di Pulau Moyo untuk mendatangi air terjun Diwu Mbai dan Mata Jitu. Bagi mereka yang hobi diving dan snorkeling tak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan bawah laut Pulau Moyo yang memesona. Saat ini kunjungan wisatawan luar negeri dan domestik semakin meningkat ke Moyo. Menurut Salahuddin, staf Kantor Desa Labuan Aji, jumlah wisatawan ke Moyo pada 2012 tercatat 3.400 orang.

BARRY KUSUMA Takat Sagele di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Bagi wisatawan dalam negeri yang hobi snorkeling, ketika berlibur ke Moyo, jangan lupa luangkan waktu menikmati senja hari saat matahari terbenam (sunset) di Takat Sagele. Kalau dilihat dari Desa Labuhan Aji, apalagi saat air surut, Takat Sagele seperti bukit yang muncul di permukaan laut. Pulau ini terbentuk dari gundukan terumbu karang, koral mati dan pasir. Untuk menuju ke sana menggunakan perahu nelayan membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

"Saya sering mengantarkan tamu ke sini untuk snorkeling atau diving di perairan Takat Sagele. Pemandangan (bawah laut) sangat bagus," kata Widijatmoko -- akrab disapa Erick -- pengelola www.pulaumoyo.com yang mengantarkan kami selama berada di Pulau Moyo, Kamis (17/10/2013).

"Ayo snorkeling. Rugi kalau tidak snorkeling di sini," ujar Erick.

BARRY KUSUMA Pantai di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Tanpa buang waktu lagi, Akhmad Zulfikri, Humas Merpati Nusantara Airlines langsung mengenakan pelampung dan memasang masker bersiap-siap untuk melihat seperti apa keindahan karang dan ikan-ikan di Takat Sagele. Sementara blogger, Barry Kusuma tampak sibuk memotret keindahan senja di pulau karang ini.

Keberadaan karang di Takat Sagele masih terjaga. Walaupun hanya snorkeling, namun pemandangan bawah laut di sini sangat memesona. Ikan-ikan warna-warni meliuk-liuk di batu karang sehingga sayang kalau cepat-cepat angkat kaki dari pulau karang ini.

Duduk di pulau karang sembari memandang ke ufuk barat menyaksikan matahari tenggelam ke peraduan adalah momen sangat istimewa. Bayangkan duduk di pulau yang sepi tanpa diganggu suara selain angin dan ombak adalah suasana yang sangat jarang diperoleh.

"Kalau tak ada awan, kita bisa lihat matahari di belakang Gunung Rinjani," kata Erick.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X