Kompas.com - 07/11/2013, 06:37 WIB
Menu masakan bagar asam ikan kerapu dan tumis kangkung dengan minuman es kelapa muda gula aren di rumah makan Marola, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. KOMPAS/ADHITYA RAMADHANMenu masakan bagar asam ikan kerapu dan tumis kangkung dengan minuman es kelapa muda gula aren di rumah makan Marola, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
EditorI Made Asdhiana
TIDAK lengkap rasanya jika berkunjung ke Bengkulu tanpa mencicipi bagar asam ikan laut. Mereka yang takut menyeruput santan tidak usah khawatir. Makanan khas Bengkulu ini tidak menggunakan santan.

Bagar asam ikan laut bisa kita nikmati di Marola, sebuah rumah makan penyaji ikan laut yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Rumah makan milik Eff Yanto Affan itu menyediakan berbagai menu masakan ikan laut, mulai dari gulai ikan, sop ikan, ikan goreng, hingga ikan bakar. Di antara sekian banyak menu, bagar asamlah yang jadi menu favorit.

Tidak hanya makan di tempat, pengunjung Marola yang datang dari luar Bengkulu juga sering membawa pulang bagar asam sebagai oleh-oleh. Bahkan, saking enaknya, ada pengunjung yang membawa pulang kuah bagar asam sisa makan dirinya di Marola.

Menurut Yanto, bagar asam adalah masakan khas Bengkulu. Keluarga nelayan yang setiap hari memiliki ikan sudah terbiasa memasak bagar asam ikan laut. Pada dasarnya, semua ikan karang bisa dimasak bagar asam. Namun, yang paling cocok dimasak bagar asam ialah ikan jenihin atau kakap batu. Tekstur dagingnya yang lembut membuat bumbu bagar asam lebih terasa mantap di lidah.

Ketika persediaan ikan jenihin sedang kosong, ikan lain seperti kerapu juga bisa dimasak bagar asam walaupun rasanya tidak semantap ikan jenihin. Yang penting tekstur dagingnya lembut.

Bagi yang pernah makan tom yam, bagar asam rasanya mirip dengan masakan asal Thailand itu, sama-sama asam. Bedanya, kuah tom yam encer, sedangkan bagar asam kental. Rasa asam tom yam kerap terasa lama di lidah, sementara asam pada bagar asam yang berasal dari asam jawa hanya sebentar menjejak di lidah.

KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN Bagar asam bengkulu
Selain asam, juga ada rasa manis dan pedas di dalam kuah bagar asam. Rasa manis ini berasal dari daging ikan segar. Kalau ada rasa pedas, itu relatif tidak membuat mulut kepedasan, hanya sekadar memberi sentuhan.

Di balik kelezatan bagar asam, bumbu yang digunakan hanyalah bumbu dapur biasa. Selain asam jawa, juga dipakai daun luku-luku untuk penguat aroma. Dengan racikan yang pas di tangan Suci Haryani (56), istri Yanto, bumbu dapur biasa tersebut bisa menghasilkan rasa bagar asam yang sedap. ”Semua bumbu ditumis dulu baru asamnya digabungkan,” ujar Suci.

Suci menjadi chef kepala di rumah makan Marola yang mengontrol kualitas rasa masakan. Dua dari tiga anak laki-lakinya menjadi koki di dapur itu. Suci yang asli Betawi itu akan turun langsung memasak di dapur kalau pengunjung rumah makan ramai atau ada pesanan makanan yang banyak. Oleh karena itu, Yanto berkelakar, sepanjang Suci yang gemar membaca buku masakan itu masih menjadi istrinya rasa bagar asam tidak akan pernah berubah, tetap enak.

Menu utama bagar asam ini lebih nikmat jika dilengkapi dengan es kelapa muda gula aren sebagai minuman. Satu porsi ikan jenihin seberat 1 kilogram dimasak bagar asam lalu minumnya es kelapa muda gula aren sudah cukup memanjakan lidah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.