Kompas.com - 12/11/2013, 13:05 WIB
Kampung adat Wae Rebo, Desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHKampung adat Wae Rebo, Desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Ritual penti yang merupakan salah satu ritual adat suku Manggarai akan digelar Sabtu (16/11/2013) di kampung adat Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ritual penti yang digelar di Wae Rebo merupakan ritual tradisional yang masih dilakukan secara lengkap sebagaimana ritual aslinya.

Ritual penti adalah ritual adat Manggarai yang digelar sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh selama setahun. Bagi masyarakat Manggarai, penti juga sekaligus merupakan peringatan untuk menyambut tahun baru.

Di Wae Rebo, penti digelar satu tahun sekali pada bulan November. Tamu yang hadir biasanya mencapai ribuan orang.

”Ritual penti melibatkan semua warga Wae Rebo, baik yang tinggal di Wae Rebo maupun di luar Wae Rebo,” kata Sekretaris Lembaga Adat Wae Rebo Yosep Katop. Oleh karena itu, penti sekaligus menjadi ajang berkumpul warga.

Ritual penti dimulai dengan adat barong wae dan barong oka. Warga beriringan menuju halaman di depan rumah utama atau rumah gendang diiringi gong dan gendang, membawa persembahan berupa ayam ke mata air. Tujuannya, mengundang roh leluhur penjaga mata air untuk menghadiri penti.

Penti juga dimeriahkan dengan caci, yaitu tarian yang dibawakan sepasang penari pria dengan gerakan saling mencambuk. Tidak ada yang kalah dan menang dalam caci karena yang diangkat adalah nilai-nilai persahabatan dan seni.

Sebelumnya arak-arakan menyinggahi batu pantas (watu pantas) sebagai simbol pertobatan bagi para pendosa, menyinggahi compang (altar batu) sebagai konklusi barong wae, barong oka, dan roi boa (bersih kubur).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ritual penti berlangsung, sekelompok laki-laki dan perempuan membawakan nyanyian tradisional tanpa musik yang disebut sanda. Sanda dimulai dari tengah malam hingga pagi hari tanpa putus.

”Sanda harus terus dikumandangkan karena saat ritual penti berlangsung, suasana tidak boleh sepi untuk menghormati arwah para leluhur,” kata Direktur Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gendro Nurhadi, Rabu (8/11/2013), di Jakarta. (DOE)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.