Kompas.com - 14/11/2013, 12:50 WIB
Blusukan ke rumah kuno bekas juragan kulit di Kelurahan Sudiroprajan yang menjadi kantong warga keturunan Tionghoa di Kota Solo. Sejak dulu penduduk asli Jawa dan keturunan Tionghoa hidup berdampingan dan berasimilasi, antara lain melalui perkawinan.
KOMPAS/SRI REJEKIBlusukan ke rumah kuno bekas juragan kulit di Kelurahan Sudiroprajan yang menjadi kantong warga keturunan Tionghoa di Kota Solo. Sejak dulu penduduk asli Jawa dan keturunan Tionghoa hidup berdampingan dan berasimilasi, antara lain melalui perkawinan.
EditorI Made Asdhiana

Di dalam satu tema, biasanya rute disusun dengan melewati beberapa lokasi. Panitia dan narasumber akan menjelaskan tentang lokasi yang dikunjungi dari berbagai aspek, mulai dari asal-usul nama, kondisi sosial, kuliner, hingga corak arsitektur bangunan. Pernah suatu ketika peserta tidak diberi tahu lebih dulu rute blusukan. Hal itu dimaksudkan untuk mengetes respons peminat. Ternyata cukup banyak peserta yang rela bergabung dengan kegiatan yang saat itu diberi nama Dolan Bersama Blusukan Solo.

Peserta blusukan berasal dari berbagai latar belakang. Selain dari Solo, mereka juga datang dari kota-kota lain seperti Yogyakarta, Semarang, hingga Jakarta. Tidak jarang turis asing yang sedang berada di Solo turut bergabung. Salah satu peserta, Budiman (57), rela datang dari Yogyakarta dengan menunggang sepeda motor. Budiman, guru di sebuah sekolah menengah kejuruan, meminati sejarah. Ia juga memanfaatkan kegiatan ini untuk menemani anaknya, Windu (20), mahasiswa jurusan arkeologi, blusukan sambil memotret.

Peserta diajak menumpang bus umum menuju kaki Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar untuk melihat, antara lain, kebun dan pabrik karet yang dibangun sejak zaman Belanda dan Monumen RRI. Sebagian rute itu ditempuh dengan menumpang mobil bak terbuka yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Bendahara Blusukan Solo, Ayudinda (22) mengungkapkan, panitia akan melakukan survei lebih dulu sebelum menentukan lokasi dan rute yang akan ditempuh. Mereka juga mencari narasumber, kebanyakan orang setempat untuk bercerita kepada peserta blusukan. Informasi rencana blusukan disebarkan lewat Twitter @blusukansolo. Kegiatan ini tidak mematok biaya tertentu, tetapi hanya donasi untuk makan bersama, suvenir, atau memberikan penghargaan kepada narasumber. Tidak jarang, kegiatan blusukan digelar gratis. Peserta hanya perlu menyiapkan bekal, tenaga, dan mengerahkan segala indra untuk menyerap sebanyak mungkin informasi.

Dengan memahami sejarah, orang akan tahu dari mana mereka berasal sehingga mereka pun akan tahu ke mana harus melangkah. (Sri Rejeki)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.