Kompas.com - 17/11/2013, 11:58 WIB
Hasil kerajinan gerabah tanah liat dari desa Banyumulek, Lombok Barat, NTB, Jumat (8/7/2011). Mayoritas penduduk di desa tersebut bermata pencaharian sebagai perajin gerabah. Harga kerajinan gerabah bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 500.000.  KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Hasil kerajinan gerabah tanah liat dari desa Banyumulek, Lombok Barat, NTB, Jumat (8/7/2011). Mayoritas penduduk di desa tersebut bermata pencaharian sebagai perajin gerabah. Harga kerajinan gerabah bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 500.000.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Ekspor gerabah dari Banyumelek Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni gentong berukuran besar yang dibuat artistik dari tanah liat lewat Bali mulai berkurang, karena turis mulai mencari gentong itu langsung ke Lombok.

"Lombok semakin banyak dikunjungi turis dalam dan luar negeri, sehingga perdagangan luar negerinya juga lancar sehingga transaksinya bisa langsung," kata pemilik toko yang menjual aneka jenis gerabah di kawasan wisata Kuta, Made Sukada, Minggu (17/11/2013).

Gerabah buatan Lombok masih menjadi incaran para kolektor barang seni luar negeri dan dulunya masuk pasar ekspor lewat Bali, namun sekarang mulai berkurang, karena pembeli langsung bertransaksi lewat daerah itu sehingga tidak lagi di Bali.

Barang seni asal Lombok cukup bagus karena diproduksi memanfaatkan rancang bangun (desain) yang semakin berkembang setelah mendapat pembinaan dari tim ahli dari Jerman dan Belanda, sehingga mampu mengikuti selera konsumen luar negeri.

Gerabah etnik ukuran besar yang dipajang di toko-toko seni di sepanjang jalur wisata Tohpati di Jalan Ida Bagus Mantra hingga ke Nusa Dua, hampir semuanya adalah produksi perajin dari daerah Banyumelek Lombok.

Sementara itu, gerabah produksi masyarakat Bali yang ukurannya lebih kecil dengan nilai seni tinggi juga banyak yang diboyong oleh masyarakat internasional, terutama warga Italia, Spanyol dan Jerman.

"Barang seni buatan masyarakat Bali bentuknya lebih kecil karena dihiasi ornamen seni budaya Bali, harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan gerabah buatan dari Lombok yang diproduksi secara polos," kata Made.

Kepala Biro Humas Pemprov Bali, Ketut Teneng membenarkan bahwa realisasi ekspor aneka barang gerabah yang dipasarkan ke luar negeri perolehan devisanya berkurang terakhir ini antara lain akibat resesi ekonomi global.

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Warga desa Banyumulek, Lombok Barat, NTB, menyelesaikan kerajinan gerabah dari tanah liat, Jumat (8/7/2011). Mayoritas penduduk di desa tersebut bermata pencaharian sebagai perajin gerabah. Harga kerajinan gerabah bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 500.000.
Sesuai data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, ekspor aneka barang terracotta baik dalam volume maupun perolehan devisanya berkurang selama 2013 hingga Juli hanya mencapai 1,2 juta dollar AS dari hasil pengapalan 674 ribu biji.

Hasil perdagangan itu melorot hingga 47 persen jika dibandingkan dengan periode sama 2012 yang mencapai nilai 2,3 juta dollar sedangkan volumenya juga berkurang 40,5 persen dari tahun lalu yang mencapai 1,1 juta biji dari berbagai jenis dan ukuran.

Ketut Teneng mengakui gerabah yang diperdagangkan ke pasaran ekspor selain produksi masyarakat Bali juga ada di antaranya gentong etnik hasil karya perajin Banyumelek, Lombok yang kerap juga diminati wisatawan asing.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Jalan Jalan
Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.