Kompas.com - 19/11/2013, 07:56 WIB
EditorI Made Asdhiana

”Jamuan makan itu seperti pementasan musik jazz, blues, ataupun musik klasik. Membuat orang bergembira,” kata Mauro.

Sajian berikutnya, kendati tergolong sesi hidangan utama, terasa seperti perantara menuju hidangan penutup. Mauro memberi kesempatan lidah untuk mencecap rasa manis dalam olahan angsa panggang dalam lumuran saus ceri manis, berteman potongan-potongan nanas. Unsur laut tak hadir dalam masakan ini sehingga bagai sajian penyambut bagi penyelam yang baru kembali ke darat.

Dua hidangan penutup berikutnya berupa sorbet stroberi dan tiramisu memberi kesan akhir yang memancing senyum. Bagaimana tidak, Mauro seperti mendekonstruksi lapisan-lapisan pembentuk tiramisu menjadi terpisah-pisah dan dapat dinikmati secara mandiri sehingga memberi bangunan rasa ”baru” yang unik. Biskuit savoiardi yang lembut beraroma kopi, adonan krim keju mascarpone dengan potongan meringue, dan sesendok gelato cokelat.

”Ini sekadar alternatif interpretasi saya terhadap tiramisu,” ujar Mauro.

Seperti bercinta

Bagi Mauro, dunia gastronomi adalah bagian dari evolusi budaya yang tak berkesudahan. Sekalipun dia piawai menguasai masakan klasik Italia, tak berarti kreativitasnya dibutakan oleh ”keangkuhan” tradisi. Dunia yang semakin lebur memberi inspirasi tiada habis bagi Mauro. Dari berbagai tempat di berbagai sudut dunia, Mauro dengan rendah hati selalu memungut gagasan.

”Sereh (lemongrass) ini misalnya, saya tambahkan untuk mewakili sentuhan Indonesia dalam masakan Italia,” kata Mauro, yang juga mencintai keragaman makanan jalanan.

Menurut Mauro, dalam sepiring sajian bisa terbawa berbagai aspek gastronomi dari berbagai sudut dunia. Entah itu, bahan yang digunakan, teknik memasaknya, hingga seni padu padan dan penyajiannya. Belum lagi teknologi yang terus berkembang akan selalu kian memperkaya dunia masak-memasak.

”Memasak itu seperti bercinta. Semua indra kita gunakan,” ujar Mauro dengan senyum jenaka. (Sarie Febriane) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.