Kompas.com - 20/11/2013, 08:14 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Menyinggung soal penghasilan, Blasius mengatakan setiap bulan memperoleh Rp 1,5 juta dan itu pun merupakan sumbangan sukarela dari turis mancanegara maupun nusantara yang kembali dari Golo Weol untuk melihat keindahan tangan orang adat Manggarai Raya yang membuat persawahan berbentuk Lodok atau bahasa kerennya sekarang persawahan laba-laba.

”Saya belum menata dengan baik di Golo Weol karena banyak anak-anak yang bermain di Golo Weol dan apabila mereka melihat turis mendaki Golo Weol, mereka juga mendaki ke Golo Weol untuk berbincang-bincang dengan turis. Ke depannya, saya akan menata dengan baik dengan membuat rumah adat di puncak sehingga turis dapat berlama-lama di Golo Weol sambil menikmati suguhan minuman kopi dan buah-buahan lokal,” jelasnya.

General Manager PT PLN Nusa Tenggara Timur, yang orang Papua, Richard Safkaur menyempatkan diri berkunjung ke persawahan Lingko Lodok Cancar dari Golo Weol. ”Saya sangat kagum dan tersentak dalam hati ketika melihat persawahan yang unik berbentuk Lodok. Ternyata orang Manggarai Raya memiliki keterampilan yang tiada bandingnya sebab mereka menuangkan seninya dengan membuat persawahan berbentuk jaring laba-laba,” tuturnya.

Safkaur membandingkan, di Papua, ada pemahat tradisional yakni masyarakat Asmat yang mampu membuat patung bernilai tinggi. Dunia sangat terkagum-kagum dengan hasil pahatan masyarakat Asmat sehingga setiap tahun mereka menggelar festival Asmat. "Mengapa di Manggarai tidak dibuat juga event Festival Persawahan Lodok sehingga wisatawan dunia dan Nusantara dapat mengunjungi wilayah Manggarai Raya," katanya.

Menurut Safkaur, wilayah Manggarai Raya sangat kaya dengan potensi wisata yang mendunia, selain binatang Komodo dan perkampungan rumah adat Wae Rebo yang juga sudah mendunia. Selain itu di wilayah Manggarai Raya, Rumah Adat Gendang yang unik mampu menyuguhkan keindahan bagi para pelancong dan orang Nusantara yang mengunjungi wilayah ini.

”Saya sangat kagum dengan keterampilan dan seni orang Manggarai Raya yang dituangkan dalam bentuk persawahan Lingko Lodok. Ini harus terus dipromosikan. Tiga Manggarai harus bekerja sama dalam mempromosikan potensi pariwisata di Flores Barat ini,” jelasnya.

Juru Bicara PT PLN NTT, Paul Bolla menyarakan, penjaga jalan masuk ke Golo Weol harus menata lebih baik lagi dengan menanam pohon di kiri kanan jalan setapak sehingga ada kesejukan bagi pengunjung yang mendaki ke Golo Weol untuk melihat keindahan persawahan Lingko Lodok Cancar. ”Saya sangat kagum dengan keindahan persawahan Lingko Lodok Cancar," katanya.

Saat kami pulang dan berada di rumah Blasius Nogot, muncul turis dari Belanda, yakni Margaret dan Kym yang datang dari arah Maumere menuju ke Labuan Bajo dan menyempatkan diri berwisata di Golo Weol karena penasaran untuk melihat langsung keindahan persawahan Lingko Lodok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Jalan Jalan
Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Travel Promo
4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

Jalan Jalan
Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Travel Update
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Travel Tips
Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Travel Update
Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

BrandzView
Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Travel Update
Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.