Kompas.com - 20/11/2013, 10:16 WIB
Penjara tua di Boven Digoel, Papua. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPenjara tua di Boven Digoel, Papua.
EditorI Made Asdhiana
MATAHARI sepenggalah tingginya saat kami tiba di sebuah bangunan bekas penjara kuno di Boven Digoel, Merauke, Papua. Seorang pria bernama Thimoteus Anuk tekun mengayunkan parangnya ke rimbun rumput tinggi yang memenuhi sudut bangunan. Dia tengah mencari rumput untuk memberikan pakan kambing-kambingnya.

"Halooooo...,” serunya riang begitu melihat kami datang. Lelaki yang merupakan anggota staf pelaksana di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Boven Digoel, Papua, itu pun kemudian mengantar kami mengelilingi kompleks penjara yang dibangun bertahap dan sudah ada ketika Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan para tokoh perjuangan lainnya dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda ke Digoel pada 1935.

Namun, Hatta tidak pernah ditahan di penjara tersebut. Hatta ditempatkan di sebuah rumah. Menurut Thimoteus, penjara tanpa bilik adalah ungkapan pas untuk menggambarkan kondisi Boven Digoel kala itu yang sepi dan memberikan cekaman kebosanan bagi mereka yang dibuang ke sana.

Sambil terus berkisah, Thimoteus membawa kami ke seberang penjara, yakni ke sebuah bangunan yang dahulunya menjadi tempat petugas mencatat data administratif tahanan. Bangunan itu kini lengang dan kusam. Kondisi sama juga dijumpai di bagian lain dalam kompleks penjara. Sebuah tembok berlumut kerak setinggi sekitar dua meter dengan kawat berduri di atasnya memisahkan halaman.

Di salah satu halaman, berdirilah bangunan yang difungsikan sebagai penjara. Sebuah papan dari pelat logam terpasang di atas ambang pintu. Tertera tulisan angka 16. Artinya, ruang tahanan itu mampu menampung 16 orang sekaligus.

Ruangan itu kini kosong dan berdebu. Di salah satu pojok ruangan dekat pintu terdapat semacam bilik dengan lantai berlubang. Itulah kakus tempat para tahanan dulu buang air yang ditampung dalam bak di bawah lubang. Ada tahanan yang kala itu bertugas memasukkan dan mengeluarkan bak kotoran itu melalui tingkap kecil yang membuka ke arah halaman.

”Ruang tahanan pertama ini risiko tinggi, artinya kalau masuk sini antara hidup dan mati. Mereka yang ditahan tidak bisa keluar ke mana-mana,” kata Thimoteus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Penjara tua di Boven Digoel, Papua.
Bahkan, mereka yang masuk kategori bandel akan dimasukkan ke ruang sel yang lebih sempit lagi yang hanya cukup untuk satu orang. Tahanan di situ baru akan dipindah ke penjara yang berukuran lebih besar jika dinilai kelakuannya membaik.

Sementara itu, penjara yang berada di halaman satu lagi diperuntukkan bagi mereka yang dinilai tidak terlalu berat kesalahannya. Di penjara dengan ukuran ruang bervariasi, mulai dari kapasitas 3 hingga 40 orang, tersebut penghuninya diperbolehkan keluar ke halaman. Di sisi halaman ini terdapat pula sebuah bangunan di bawah tanah.

”Orang bilang, ini bui bawah tanah. Tapi, sebenarnya ini gudang perbekalan gula, kopi, beras, minyak, kelapa, dan lain-lain. Perbekalan itu disimpan di bawah tanah untuk menghindari hama yang merusak,” kata Thimoteus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Oleh-oleh Makanan Tahan Lama Khas Manado, Ada Manisan Pala

8 Oleh-oleh Makanan Tahan Lama Khas Manado, Ada Manisan Pala

Jalan Jalan
10 Pantai Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Ketenangan

10 Pantai Dekat Jakarta, Cocok untuk Para Pencinta Ketenangan

Jalan Jalan
Sinyal dan Aplikasi PeduliLindungi Jadi Kendala Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Tahap I

Sinyal dan Aplikasi PeduliLindungi Jadi Kendala Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Tahap I

Travel Update
Hari Kereta Api Nasional, Ini 5 Stasiun yang Juga Jadi Tempat Wisata

Hari Kereta Api Nasional, Ini 5 Stasiun yang Juga Jadi Tempat Wisata

Jalan Jalan
Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Pendiri sampai Keruntuhannya

Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Pendiri sampai Keruntuhannya

Jalan Jalan
5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Bisa Lihat Pegunungan

5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Bisa Lihat Pegunungan

Jalan Jalan
8 Tempat Wisata di Bantul Dapat Sertifikat CHSE, Sisanya Terhalang Kuota

8 Tempat Wisata di Bantul Dapat Sertifikat CHSE, Sisanya Terhalang Kuota

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Jalan Jalan
Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Travel Promo
Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Travel Update
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary
Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Travel Update
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.