Alam dan Budaya Indonesia, Magnet Menyedot Wisatawan

Kompas.com - 29/11/2013, 22:24 WIB
Borobudur Interhash 2012 di Magelang, Jawa Tengah www.asiapacifichash2014.comBorobudur Interhash 2012 di Magelang, Jawa Tengah
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam hal dimiliki Indonesia mampu menjadi "magnet" kunjungan wisatawan, baik lokal maupun asing. Seperti dituturkan Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kemenparekraf, Achyaruddin, dirinya memberi contoh saat berlangsungnya event Borobudur Interhash 2012 lalu.

Menurutnya, para peserta yang mengikuti ajang lintas alam (hash) tersebut berasal dari berbagai negara. Mereka terkagum dengan struktur geografi Indonesia. "Para hasher (peserta hash) mau datang kalau ada magnet," ujar Achyar saat ditemui di sela-sela Launching Wonderful Adventure Indonesia: Asia Pacific Hash 2014 di Jakarta, Kamis (28/11/2013).

"Kondisi budaya kita dikagumi dunia. Itu waktu di Borobudur saja di Jawa mereka sudah kagum, bagaimana jika mereka melihat Kalimantan, Maluku, Sumatera dan Flores yang nanti kita kunjungi," tambahnya.

Untuk gelaran hash tahun lalu, lanjut Achyar, pastilah Candi Borobudur yang menjadi magnetnya. Sedangkan gelaran hash berikutnya, yaitu Wonderful Adventure Indonesia: Asia Pacific Hash 2014 akan diselenggarakan di Bali dan Nusa Tenggara Timur pada 10-13 Mei 2014. "Di NTT nanti, Flores, magnetnya ya Komodo," kata Achyar.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pengestu mengatakan, gelaran wisata dipadu dengan olahraga atau sport tourism semacam hash, belakangan diyakini semakin mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Banyak sport tourism yang kita angkat termasuk marathon, cycling, golf, surfing, dan hash ini," imbuh Mari.

SERAMBI/M ANSHAR Penumpang kapal pesiar Calledonian Sky disambut tari ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (13/10/2013). Sebanyak 88 turis asal Australia dan Inggris tersebut menghabiskan waktu selama empat jam untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Banda Aceh sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Simeulue (Aceh) dan Pulau Nias, Medan.
Lebih lanjut, Mari mengatakan gelaran olahraga tersebut juga meningkatkan lama tinggal wisatawan di tempat berlangsungnya event. Selain juga karena dalam satu kali penyelenggaraan event, tidak hanya peserta yang akan datang. Tetapi juga rombongan official, keluarga hingga suporter peserta.

Hal ini dianggap menguntungkan bagi daerah penyelenggara, karena wisatawan akan melakukan banyak pengeluaran termasuk untuk penginapan, transportasi, kuliner dan suvenir. Mari menambahkan, ke depan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X