Kompas.com - 02/12/2013, 17:28 WIB
Segelas sop durian spesial dengan keju parut ala kedai Sop Duren Lodaya di Jalan Ahmad Sobana (Jalan Bangbarung Raya), Bogor, Kamis (28/11/2013). KOMPAS/AMBROSIUS HARTOSegelas sop durian spesial dengan keju parut ala kedai Sop Duren Lodaya di Jalan Ahmad Sobana (Jalan Bangbarung Raya), Bogor, Kamis (28/11/2013).
EditorI Made Asdhiana
TIDAK hanya bisa menikmati hasil olahannya, menikmati buah durian pun selalu menemukan keistimewaan karena rasanya yang nikmat.

Puket istilah untuk menggambarkan rasa buah durian yang legit, lembut, sekaligus pahit rasa alkohol dengan komposisi yang pas. Ini dapat ditemukan pada durian medan yang dijual di Rumah Durian Harum yang tersedia di sejumlah tempat di Jakarta, seperti di daerah Kalimalang dan Matraman (Jakarta Timur) serta Jalan Panjang di Permata Hijau (Jakarta Barat).

Dibandingkan dengan durian montong dari Thailand, daging durian medan memang lebih tipis. Namun, untuk rasa, durian medan pastinya tak tertandingi dengan durian montong sekalipun. Hanya masalahya, durian lokal ini kerap busuk karena dihinggapi serangga atau lalat buah.

Di Rumah Durian Harum, kita bisa menemukan durian medan dalam kondisi baik dengan rasa yang sesuai harapan, puket. Hanya memang, harganya menjadi agak mahal, Rp 36.000 per kilogram. Namun, karena durian yang disajikan bersih dari busuk, satu durian pun cukup memuaskan.

Pelayan di toko durian ini juga akan mempersilakan pembeli mencicipi durian yang dipilih. Jika tak cocok, pembeli berhak memilih durian yang lain. Namun, karena umumnya durian yang dijual dalam kondisi baik, satu kali mencoba pun sudah cocok.

Setiap hari toko ini menyediakan durian medan. Sementara untuk durian dari Thailand dan Malaysia biasanya disediakan sesuai musimnya, yang dimulai pada Maret hingga Juli. ”Kalau durian medan tak kenal musim,” kata Aris, salah seorang pelayan di Rumah Durian Harum di kawasan Kalimalang.

Jika ingin mencoba durian yang lebih istimewa, menurut Yayat, pelayan lainnya di Rumah Durian Harum, adalah durian bhinneka bawor asal Banyumas, Jawa Tengah. Durian ini merupakan hasil kombinasi sejumlah jenis durian thailand dan lokal. Hasilnya adalah durian berdaging tebal seperti montong dengan warna kuning pekat seperti durian chanee, tetapi memiliki rasa seperti durian lokal meski tak sekuat rasa durian medan. ”Karena belum begitu terkenal, kami masih menjualnya sebagai durian montong,” kata Yayat. (MDN)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.