Bertemu Terry di Tanjung Puting

Kompas.com - 07/12/2013, 14:37 WIB
Orangutan di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAOrangutan di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013).
EditorWisnubrata

Sudah sepantasnyalah Tanjung Puting masuk DMO. Apalagi sepanjang menyusuri Sungai Sekonyer, wisatawan dapat melihat monyet-monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Hutan ini merupakan rumah bagi delapan jenis primata. termasuk monyet yang memiliki hidung panjang atau bekantan(Nasalis larvatus).

Di kawasan Sungai Sekonyer ini sebagian sungai terkontaminasi dengan limbah tambang emas yang berada dekat dengan kawasan ini. Tetapi jika sudah dekat dengan Camp Leakey, tempat pemberhentian terakhir untuk melihat pelestarian orangutan di habitatnya, air sungai terlihat berwarna hitam. Ini bukan karena kotor tetapi akibat rendaman alami dari akar akar pohon di sepanjang sungai.

Sebelum sampai ke Camp Leakey, wisatawan akan melewati camp-camp lain seperti Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Pondok Ambung. Camp Leakey merupakan yang terbesar dan dibangun pada tahun 1971. Tempat ini merupakan lokasi berlindung orangutan yang diselamatkan dari perburuan liar. Saat ini kamp ini dikenal sebagai pusat penelitian orangutan.

Benar juga, Kamp Leakey merupakan tempat pemberhentian terakhir. Itu ditandai dengan banyaknya kapal klotok sandar. Untuk melangkahkan kaki ke dermaga kayu pun harus hati-hati karena melewati beberapa kapal klotok.

"Yuk, kita menuju tempat pemberian makan orangutan," kata Yomi.

Untuk menuju tempat yang dimaksud Yomi, Anda harus berjalan melewati jalan kayu di atas sungai sepanjang 300 meter. Perjalanan dilanjutkan dengan memasuki kawasan taman nasional sekitar 20-30 menit.

Perjalanan menuju tempat pemberian makan orangutan memang mengasyikkan. Namanya memasuki kawasan hutan, langkah perlu hati-hati jika tidak ingin tersangkut akar pohon yang merambah di mana-mana.

Dari kejauhan terdengar suara orangutan. Para peneliti menyebut lolongan orangutan itu dengan "long call". Pasalnya "long call" merupakan suara orangutan yang khas dan unik yang dimiliki oleh orangutan jantan dewasa. Lolongan ini biaanya disuarakan untuk berbagai alasan. Seperti untuk menunjukkan wilayah kekuasaan, menarik perhatian dan bahkan saat mereka merasakan adanya ancaman.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Suara lolongan itulah yang semakin jelas terdengar saat memasuki kawasan pemberian makanan. Ternyata di tempat tersebut sudah diramaikan wisatawan dalam dan luar negeri. Petugas Taman Nasional Tanjung Puting menyediakan sekeranjang buah-buahan dan minuman. Satu demi satu orangutan itu turun dari pohon dan tanpa takut mengambil makanan. Wisatawan asing tampak begitu antusias mengabadikan peristiwa yang jarang mereka lihat. Dan itu hanya da di bumi Kalimantan.

Saat Anda melihat atraksi pemberian makan orangutan harap hati-hati dan selalu menengok ke atas pohon. Karena orangutan dengan gesit berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Saat orangutan melewati pohon, ada saja orangutan yang usil yang kencing atau membuang kotoran. Tentu Anda tidak mau mendapatkan hal itu bukan? He-he...

Tiba-tiba wisatawan yang terpesona dengan aktivitas pemberian makan tersebut dikagetkan oleh aksi salah satu orangutan yang mengejar orangutan lain. "Itu (orangutan) yang mengejar namanya Terry. Yang dikejar namanya Kuning," kata Yomi.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Terry selalu mendekati Kuning yang menggendong anaknya. Terry berusaha memisahkan Kuning dari anaknya. Tentu saja anak Kuning teriak-teriak dan inilah yang menarik perhatian wisatawan. "Terry! Terry!" teriak petugas taman nasional yang berupaya mengusir Terry dari Kuning.

Dasar si Terry bandel. panggilan itu tak digubris. Malah Terry terus mengejar Kuning dan dengan paksa melepaskan Kuning dari anaknya. Anak si Kuning pun semakin teriak-teriak. Ternyata usut punya usut, Terry lagi birahi...

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X