Tiwah, Mengantarkan Arwah Leluhur ke Surga

Kompas.com - 08/12/2013, 19:01 WIB
Persiapan upacara tiwah massal di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (27/11/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPersiapan upacara tiwah massal di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (27/11/2013).
EditorI Made Asdhiana
WARGA Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan
Tengah mempunyai hajatan besar yakni menggelar upacara tiwah massal, Rabu (27/11/2013). Untuk mengadakan tiwah massal dibutuhkan persiapan panjang dan dana yang tidak sedikit.
Persiapan tiwah di Desa Parit berlangsung hampir sebulan.

Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, hampir Rp 1 miliar. Menurut Murset, panitia upacara
ritual adat tiwah, biaya tersebut ditanggung bersama oleh warga yang menyumbang sesuai
kemampuan untuk masing-masing keluarga. Jumlah kerbau yang dipotong sebanyak 17 ekor,
sapi 5 ekor dan babi 50 ekor. "Yang mahal itu untuk pembuatan sandung. Satu sandung bisa
habis (biaya) hampir Rp 90 jutaan," katanya.

Sandung atau rumah kecil merupakan tempat untuk mengumpulkan kerangka jenazah
sebagai tempat peristirahatan terakhir. Pada acara tiwah kali ini sebanyak 87 kerangka
dimasukkan ke dalam sandung yang terdiri dari 15 kerangka anak-anak dan sisanya
kerangka dewasa.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kerbau dan sapi dalam upacara tiwah di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (27/11/2013).
Kepala Desa Parit, Suberlon U Kuyun mengatakan, tiwah merupakan prosesi mengantarkan
roh leluhur yang telah meninggal dunia dengan cara menyucikan dan memindahkan
kerangka dari tempat pemakaman menuju tempat yang disebut sandung. "Upacara adat
Tiwah bertujuan meluruskan perjalanan roh atau arwah menuju Lewu Tatau atau surga
sehingga hidup tenteram dan damai di alam Sang Kuasa," kata Suberlon.

Menurut  Suberlon, ritual Tiwah sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam oleh umat
Hindu Kaharingan. Pihak keluarga yang masih hidup berkewajiban mengadakan tiwah
sebagai bukti kecintaan terhadap leluhur dan menanggung seluruh biayanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Sandung, tempat menyimpan kerangka dalam tiwah massal di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (27/11/2013).
Upacara tiwah massal itu juga menarik perhatian wisatawan. Pungkal, Kabid Bina Budaya
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, mengatakan pihaknya memang
menjadikan upacara tiwah ini sebagai agenda wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Sampit. "Bahkan, ke depan nantinya para tamu atau wisatawan yang datang akan disiapkan rumah di desa yang khusus menggelar tiwah," katanya.

Tahun 2014 di Kota Sampit akan digelar tiga tiwah massal. "Kita sudah promosikan acara ini melalui website Kotawaringin Timur untuk mengundang wisatawan yang berminat datang ke sini," tambah Pungkal.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Warga dalam upacara tiwah massal di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (27/11/2013).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X