Kompas.com - 10/12/2013, 14:11 WIB
EditorI Made Asdhiana
RASAKANLAH kenikmatan berkereta api untuk berwisata sehari! Saatnya kita berwisata bebas dari kemacetan dan dengan ketetapan waktu yang tinggi.

Pilihan wisata jarak jauh dengan menggunakan bus kerap kali menjadi masalah karena kemacetan kini terjadi di berbagai tempat. Akibatnya, waktu banyak terbuang di jalan. Wisata kereta api menjadi pilihan baru.

Menjelang pukul 06.00, Kereta Cirebon Ekspress memasuki Stasiun Gambir, Jakarta. Langit mulai terang. Orang-orang lalu-lalang dan penumpang bergegas menaiki kereta. Ada dua rombongan ibu-ibu yang hendak berwisata ke Cirebon. Rombongan Kompas yang ketika itu berangkat dengan peserta lebih dari 160 orang ikut memenuhi lima gerbong kereta eksekutif.

Begitu kereta tujuan Cirebon itu beranjak meninggalkan Gambir, lima gerbong kereta tersebut seolah menjadi milik rombongan. Berbagai kegiatan dan hiburan massal dapat dilakukan di gerbong.

PT Kereta Api Pariwisata— anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia—menawarkan paket wisata berkereta api untuk rombongan dengan rute ke beberapa tempat.

Direktur PT Kereta Api Wisata Adi Suryatmini mengatakan, ada beberapa paket wisata dengan menggunakan kereta api, antara lain Cirebon, Semarang, Malang, Yogyakarta, dan Purwokerto.

Saat kereta berjalan, petugas hilir mudik menawarkan makanan dan minuman bagi penumpang. Menu masakan yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi goreng hingga steak, dengan harga relatif terjangkau. Tak terasa kurang dari tiga jam kereta tiba di Cirebon.

Dengan menggunakan layanan PT Kereta Api Pariwisata, paket tur termasuk penyewaan bus-bus wisata untuk menjemput turis dari stasiun ke obyek wisata, kuliner, pemandu wisata, termasuk oleh-oleh, hingga kembali ke stasiun.

Pengamat ekonomi dan dosen pada Unika Atma Jaya Jakarta, A Prasetyantoko, yang akhir pekan lalu ikut tur rombongan kantor ke Kota Cirebon menuturkan, pelesir dalam waktu sehari terasa menyenangkan dengan kereta api.

Kepala PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (DAOP) III Cirebon Wawan Ariyanto mengemukakan, tingkat kunjungan wisata harian ke Cirebon terus meningkat. Setiap akhir pekan, areal parkir Stasiun Cirebon dipenuhi bus-bus wisata ukuran besar yang disewa untuk menjemput wisatawan.

Ia menambahkan, tren wisatawan sehari ke Cirebon, yakni tiba pada pagi hari untuk keliling lokasi wisata dengan bus lalu pulang pada malam hari, meningkat. Kebanyakan wisatawan berasal dari Jakarta.

Peningkatan kegiatan wisata dengan menggunakan kereta api terjadi karena perubahan dalam pelayanan moda yang satu ini. Rasa baru dalam berkereta api bisa kita rasakan mulai dari tepat waktu, bebas kemacetan, waktu tempuh yang makin pendek, kereta yang bersih, dan juga layanan kereta api yang makin membaik. (LKT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.