Kompas.com - 11/12/2013, 18:27 WIB
Lambang negara Garuda Pancasila berdiri kokoh di atas KRI dr. Soeharso seusai Bhakti TNI Terpadu 2009 di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara KOMPAS/AGUS SUSANTOLambang negara Garuda Pancasila berdiri kokoh di atas KRI dr. Soeharso seusai Bhakti TNI Terpadu 2009 di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan tim Kompas TV dalam misi mengelilingi bumi Indonesia sempat mampir ke teras depan negeri. Tepatnya tim menyambangi pulau-pulau terluar dalam gugus kepulauan nusantara dalam penjelajahan bertajuk "100 Hari Keliling Indonesia (100 HKI)".

Salah satu tim 100 HKI, Yessicca Sinaga, menceritakan pulau terdepan negeri yang sempat disinggahi tim salah satunya adalah yang berada di Laut Sulawesi, berbatasan langsung dengan Filipina. "Kita sempat ke pulau-pulau terluar dari Pulau Marore sampai Talaud, juga Miangas," tuturnya.

Sebelumnya, ujar Yessi, tim berangkat dari Manado kemudian singgah ke pulau-pulau tersebut dengan menggunakan kapal perintis. Ia pun mengatakan tak menghabiskan waktu lama di pulau-pulau tersebut. Hanya sekadar singgah, kemudian melanjutkan perjalanan berikutnya.

Namun di Pulau Miangas, tim sempat mampir agak lama. Yessi memaparkan, tim sempat mengunjungi "batu keramat". Batu keramat merupakan batu yang disakralkan oleh penduduk setempat.

Batu tersebut berada di atas bukit terjal. Untuk mencapai ke tempat tersimpannya batu, kira-kira memakan waktu 10 menit dengan berjalan kaki dari dermaga penurunan kapal.

"Batu keramat adalah semacam meriam tapi konon katanya jika dibawa keluar pulau akan ada yang celaka. Bentuknya kecil mungkin sebesar tangan orang dewasa. Dia ada di atas bukit, dijaga oleh tetua kampung. Ketika kami ke sana kebetulan sedang hujan," cerita Yessi.

Selain melihat batu keramat di Miangas, Yessi mengatakan mereka menemukan persoalan khas wilayah pulau-pulau terluar, yaitu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ia mengetahuinya setelah berbincang dengan masyarakat setempat yang sempat ditemui.

"Di sana BBM langka. Kalaupun ada harganya bisa  Rp 19.000 sampai Rp 20.000 per liter. Saat kenaikan BBM kemarin banyak yang demo, mereka bilang 'Kita di sini gimana bisa demo, asal ada BBM saja masih bersyukur'. Makanya mereka di sana suka miris melihat orang-orang di Ibu Kota yang menuntut karena kenaikan BBM. Karena bagi mereka ada BBM saja sudah bersyukur," ujar Yessi mengisahkan.

Perjalanan Tim Kompas TV dalam program 100 Hari Keliling Indonesia (100 HKI) dimulai dari Jakarta menuju Sumatera kemudian menyeberang Kalimantan dan Sulawesi. Setelah itu tim pun bergerak ke wilayah Indonesia timur yakni Maluku dan Papua.

Kelar dari Indonesia timur, tim menuju wilayah selatan melalui Nusa Tenggara, Bali kemudian menuju Pulau Jawa hingga akhirnya kembali pada tujuan awal di Jakarta.  Tim 100 HKI telah kembali ke Jakarta tepatnya di Palmerah Jakarta Barat pada Rabu (3/7/2013).

Dalam melakukan perjalanan, program yang dipandu oleh Ramon Y. Tungka tersebut tidak menggunakan penerbangan komersial. Mereka menggunakan jalur darat, laut dan penerbangan perintis. Penayangan perdana program di Kompas TV telah dimulai pada 4 September 2013 dan akan rutin tayang setiap Rabu jam 20.00.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.