Visit Jateng Kurang Ditopang Infrastruktur

Kompas.com - 12/12/2013, 15:14 WIB
Pasangan turis dari Belanda memanfaatkan waktu singgah kapal pesiar yang membawa mereka dengan berjalan-jalan di Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2012). KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPasangan turis dari Belanda memanfaatkan waktu singgah kapal pesiar yang membawa mereka dengan berjalan-jalan di Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2012).
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS — Pelaku pariwisata di Provinsi Jawa Tengah berharap pemerintah setempat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah lokasi tujuan wisata yang hingga kini belum memadai. Pembangunan sejumlah infrastruktur jalan diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan kemajuan pariwisata di Jateng.

Wisnu Haryo, Direktur Desa Wisata Owabong, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Selasa (10/12/2013), menyatakan akses infrastruktur jalan menuju lokasi wisata seharusnya bisa diperlebar agar bisa dilewati bus-bus besar yang mengangkut turis asing dan lokal. ”Hingga saat ini, infrastruktur yang ada kurang menjangkau beberapa daerah di Jateng bagian selatan dan barat,” katanya di sela-sela penganugerahan insan pariwisata Jateng 2013 di Semarang.

Menurut Wisnu, obyek wisata yang dikelolanya dikunjungi 950.000 orang per tahun. ”Kalau akses Pemalang-Banyumas-Purbalingga dapat diakses kendaraan besar, saya yakin jumlah kunjungan bisa meningkat hingga 25 persen atau sekitar 360.000 orang per tahun,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, minimnya infrastruktur jalan menyebabkan pariwisata Jateng kalah bersaing dengan provinsi lain.

”Dari segi wisata berbasis kesenian, budaya, kuliner, dan sejarah, Jateng sebenarnya tidak kalah dengan provinsi-provinsi lain. Hanya dalam infrastruktur, kami kalah,” katanya.

Data tahun lalu, wisatawan yang berkunjung ke Jateng mencapai 22 juta turis domestik dan 372.000 turis asing. ”Saat Jateng mencanangkan Visit Jateng 2013, hingga Oktober jumlah wisatawan lokal lebih dari 20 juta orang dari target 25 juta orang, sedangkan turis asing baru 295.000 orang dari target 500.000 orang,” katanya.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Kereta Api Wisata B 2502 di Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah
Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jateng, Joko Sutrisno mengatakan, meskipun Visit Jateng 2013 sudah hampir selesai, bukan berati pembangunan sektor wisata selesai. ”Sektor pendukung pariwisata harus terus dibenahi dan dipromosikan. Sebab, sektor pariwisata merupakan lahan bisnis besar. Saya harap kunjungan wisatawan ke Jateng terus meningkat,” ujarnya.

Pemandu wisata

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program relawan pemandu wisata. Program ini melibatkan anak-anak muda untuk sukarela menjadi duta pariwisata wisatawan domestik dan lokal yang berkunjung ke Bandung.

Untuk itu, Pemkot menggandeng mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yapari Akriba, Bandung, untuk menyukseskan program tersebut. ”Setiap hari akan ada 20 relawan yang bertugas. Tahap awal, para relawan memandu di Stasiun KA Bandung,” ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. (GER/FLO/NIT/FRN)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X