Kompas.com - 13/12/2013, 14:39 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
PUAS melepaskan lelah di bawah Nagoya TV Tower yang ada di area Odori Park, kami pun melanjutkan perjalanan dengan tetap berjalan kaki. Selain bersepeda, berjalan kaki sepertinya bukan menjadi pilihan yang memberatkan bagi warga di Kota Nagoya.

Di sejumlah persimpangan blok —biasanya dekat dengan lampu lalu lintas— akan dengan mudah didapati pintu-pintu masuk menuju terminal bawah tanah. Dari sana, penduduk setempat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan dengan menggunakan kereta. Jika ditotal, jarak mereka berjalan kaki bukan tak mungkin mencapai hitungan satu atau dua kilometer.

Mereka harus terus berjalan kaki, bukan hanya saat berada di jalur pedestrian, melainkan juga saat mencari kereta di terminal bawah tanah. Saya menduga, kebiasaan berjalan kaki —di samping pilihan makanan ala Jepang yang memang dikenal sehat— membuat mayoritas orang yang saya temui di jalan mempunyai bentuk badan yang ideal.

Sulit menemukan orang dengan kelebihan berat badan di sini. Setidaknya, kesan itu yang membekas di benak saya setelah beberapa jam berjalan kaki menikmati trotoar dan juga terminal subway di kota ini.

Sayangnya, sulit pula mencari warga yang bisa mengonfirmasi asumsi saya ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak penduduk di Jepang yang tidak mampu berbahasa Inggris, bahkan untuk percakapan tingkat dasar.

KOMPAS.COM/GLORI K WADRIANTO Stasiun Nagoya di Jepang.
Di Nagoya Tokyu Hotel tempat kami bermalam pun tak banyak karyawan yang bisa berbahasa Inggris. Namun, keramahan dan pelayanan yang mereka berikan menjadi kelebihan tersendiri.

Bersih tanpa tempat sampah

Hal lain yang menjadi begitu berkesan dari Nagoya adalah kebersihannya. Di sepanjang trotoar hingga tangga-tangga menuju terminal bawah tanah sekalipun tak pernah dijumpai sampah yang tercecer.

"Kalau di Jakarta udah penuh puntung rokok nih," kata seorang rekan seperjalanan sambil menunjuk ke anak tangga di salah satu stasiun bawah tanah.

Anak tangga menuju terminal subway Sakae itu memang terlihat sudah tua. Warnanya hijau kehitaman, tetapi tidak kotor. Bahkan tak ada debu yang kasatmata terlihat di atasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.