Kompas.com - 16/12/2013, 09:47 WIB
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

“Virgin Beach? Wah di mana ya itu?” ujar Made, guide sekaligus supir sewaan kami di telepon. Sebagai penduduk asli Bali yang sudah 5 tahun lebih mengantar wisatawan keliling Pulau Dewata, pria berambut gondrong gimbal ini ternyata belum pernah mendengar tentang Virgin Beach, apalagi melihatnya langsung.

Tentu saja saya dan 3 orang teman jadi semakin penasaran. Pantai yang belum sepopuler Kuta, Sanur, Nusa Dua dan Dreamland ini seakan menjanjikan kesan alami, terpencil dan pastinya tidak “touristy”. Setelah berkali-kali ke Bali, wajar jika kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda, bukan melulu sebatas pantai “mainstream”.

Memang benar bahwa misteri itu punya daya tarik. Status pantai rahasia (hidden beach) yang disandang Virgin Beach didukung oleh 3 faktor. Pertama, pantai di desa Perasi ini tersembunyi di balik dua bukit yaitu Apen dan Penggiang. Kedua, warna pasirnya pun mengandung misteri. Nama “Virgin Beach” sebenarnya adalah sebutan wisatawan asing, sementara penduduk Bali sendiri menyebutnya White Sand Beach atau Pantai Pasir Putih. Ini tidak lain karena pasirnya yang putih, sementara semua area lain di pantai Perasi berpasir hitam. Ketiga, akses menuju ke sana juga sengaja tidak dipermudah, seakan menyiratkan “larangan” untuk menginjakkan kaki di sana.


Cara Menuju Virgin Beach
Untuk sampai ke Virgin Beach ini ternyata tidak semudah waktu kami mencari tiket pesawat murah dalam waktu yang sempit. Kami cukup beruntung menemukan Traveloka.com, situs booking tiket pesawat online dengan pilihan airline lengkap dan harga yang bahkan lebih murah dari harga web maskapai. Booking online, 15 menit kemudian tiket pun sampai di email saya.

Dan dalam upaya menuju ke sana, lagi-lagi Internet jadi penolong. Menurut beberapa blog yang saya baca, di sana hanya ada bemo yang sesekali lewat, itupun hanya mengantar sampai depan jalan kecil menuju pantai. Dari situ, jarak menuju pantai masih sekitar 1 km dan tidak ada ojek.

Karena itu, sewa mobil pun jadi pilihan utama. Bisa saja kami menyewa motor seharga Rp 70.000 untuk seharian penuh, tapi karena kami berempat dan saya satu-satunya yang bisa mengendarai motor, terpaksa kami memutuskan untuk menyewa mobil Made. Biaya sewa mobil terbilang murah untuk dibagi berempat: total Rp 350.000 selama 10 jam, sudah termasuk jasa supir, bensin dan parkir.

Tibalah saatnya kami berangkat. Dari Kuta, kami menuju ke arah Karangasem. Pertama-tama, kami menempuh Bypass Ngurah Rai, Sanur, Goa Lawah, melewati persimpangan Padang Bai, sampai akhirnya menjumpai papan besar bertuliskan “Selamat Datang di Karangasem”. Dari sana kami lurus terus mengikuti jalan sampai tiba di Candidasa. Medannya cukup mudah, hanya saja petunjuk arah ke pantai “perawan” ini penuh teka-teki. Karena tidak menemukan satu petunjuk pun, Made mampir ke sebuah toko swalayan untuk bertanya arah.

Setelah diberi tahu oleh karyawan toko swalayan, kami melanjutkan perjalanan sampai tiba di jalanan yang mendaki dan berkelok mirip Puncak Pass. Di pinggir jalan yang dipenuhi kera, sekali lagi kami berhenti untuk bertanya ke seorang ibu penjaga warung. Ternyata, jalanan kecil menuju pantai masih sekitar 7 km (30 menit) dari Candidasa ke arah Amlapura.

Saking minim petunjuk, kami pun sempat kelewatan satu-satunya papan petunjuk bertuliskan “White Sand Beach”. Tidak heran, papan kecil ini ternyata tertutup daun pohon. Dari arah Candidasa, papan ini berada di sebelah kanan jalan, tepat di depan sebuah jalan kecil tidak jauh dari Puskesmas.

Misteri masih berlanjut. Setelah masuk ke jalan kecil tersebut, kami melewati daerah pemukiman penduduk. Seorang teman pernah berpesan, kadang ada penduduk yang sengaja menyesatkan. Untungnya kami tidak bertemu kejadian serupa. Setelah melewati pemukiman dan persawahan, mobil berguncang melaju di atas jalanan sempit tidak beraspal yang menanjak terjal. Yang lebih aneh lagi, kami kemudian tiba di sebuah area gersang yang ditumbuhi tanaman kaktus. Setelah area gersang tersebut, kami kembali melihat daerah luas di mana terdapat penduduk sedang menggiring babi dan juga beberapa ekor sapi yang sedang merumput.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.