Kompas.com - 16/12/2013, 09:47 WIB
- -
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Melihat bahwa tidak ada tanda-tanda laut di ujung jalan, mulai timbul lagi keraguan di benak kami. Namun Made terus menyetir sampai akhirnya kami melihat sebuah pos penjaga. “Benar ini Virgin Beach, pak?” tanya saya penuh harap. Lega rasanya ketika petugas tersebut mengangguk.

Sesuatu yang eksklusif ternyata tidak harus mahal. Awalnya kami kira biaya masuk pantai pasti mahal, tapi ternyata tidak: hanya Rp 3.000/orang dan Rp 2.000/mobil. Di ujung jalan tersedia suatu lahan parkir yang lumayan luas. Setelah menuruni beberapa anak tangga, akhirnya kami menginjakkan kaki di Virgin Beach. Ibarat menemukan harta karun tersembunyi, semua susah payah mencari jalan seketika itu juga sirna, kami langsung terbuai dengan pemandangan yang ada di depan mata.

 

Fasilitas di Virgin Beach

It’s truly worth it. Air laut biru jernih, pasir putih lembut dan buih ombak menciptakan sensasi ketenangan yang luar biasa. Pantai sepanjang 600 m ini juga terlihat bebas dari sampah, benar-benar menyejukkan hati. Tampak jelas bahwa pengunjung pantai ini lebih didominasi wisatawan asing, itupun masih dalam hitungan jari.

Di sebelah kanan terlihat barisan penyewaan payung, warung makanan/minuman serta barisan perahu jukung milik nelayan. Jika ingin snorkeling, Anda dapat menyewa perlengkapannya seharga Rp 25.000. Sewa kursi dan payung dihargai Rp 15.000 untuk seharian. “Harga untuk bule lain lagi. Kalau pesan makan, kursinya gratis,” jawab ibu pemilik warung ketika kami mencoba menawar. Harga ini masih termasuk murah jika dibandingkan dengan “hidden beach” yang sudah lebih populer seperti Balangan (2 kursi seharga Rp 50.000). Jika ingin bersantai Anda juga dapat menikmati jasa pijat seharga Rp 50.000 selama 1 jam (harga turis lokal).

Setelah berjam-jam menghabiskan waktu di sana, kami pun beranjak kembali ke Kuta, tersenyum puas. Rasa puas ini lebih dari sekedar puas menikmati keindahan Virgin Beach. Rasa puas tersebut lahir dari keputusan kami mengiyakan tantangan, dan juga karena menyimpan harapan, bahwa entah di suatu tempat di Bali yang komersil ini, surga tersembunyi itu masih ada. (adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.