Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/12/2013, 16:20 WIB
EditorI Made Asdhiana

PPST terbukti sia-sia. Sebab, lokasi yang didanai dengan anggaran yang cukup besar dan semangat yang tinggi itu kini sunyi, sunyi senyap. Apabila malam hari, suasananya sudah gelap gulita, tidak ada aktivitas sama sekali dan apa pun juga.

Padahal, yang potensial dan seharusnya dijual di lokasi semacam PPST tersebut adalah kerajinan patung batu. Jika produk dan karya seni patung batu Trowulan yang dipasarkan di PPST tentu sungguh luar biasa dengan potensi yang ada. Sebab, PPST kerajinan patung batu tidak hanya sebagai komoditas wisata, tetapi juga sebagai karya artistik.

Komunitas para perajin ini pernah mendapatkan fasilitas pendanaan pada tahun 1990an. Bahkan, waktu itu juga sudah terbentuk koperasi. Dukungan kelembagaan dan permodalan sudah diberikan, tetapi sayangnya usianya hanya berumur dua tahun. Koperasi perajin patung batu itu kemudian bubar.

Kondisi ini sangat disayangkan Sutrisno. ”Mungkin karena para pelaku koperasinya kebanyakan seniman sehingga sulit mendapat kata sepakat dalam rapat-rapat koperasi. Mungkin karena kerajinan patung batu merupakan produk karya seni yang banyak unsur subyektifnya sehingga organisasi koperasi yang anggotanya para perajin seniman ini sulit membuat standar harga dan penawaran produk,” ujarnya.

Sutrisno mengatakan, tampaknya memang ada strategi pemasaran yang kurang tepat dalam proses itu sehingga investasi miliaran rupiah APBD Mojokerto ketika itu, meskipun berhasil diwujudkan, tidak menjadi sumber ekonomi yang berlanjut dan tumbuh. Setelah sempat ramai menjadi kunjungan wisata, perlahan-lahan proyek pusat wisata seperti PPST pun sepi pengunjung, dan akhirnya ”mati”.

Trowulan sebenarnya bukan nama yang asing. Trowulan sampai kini diyakini sebagai nama modern dari bekas Kerajaan Majapahit, yang senantiasa disebut sebagai cikal-bakal Indonesia modern, karena berhasil menyatukan arsipelago Nusantara di bawah satu pusat pemerintahan politik dan militer Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-15 itu, Majapahit disegani secara internasional karena armada laut dan pasukan marinirnya.

Abad yang canggih karena telah ada rintisan dimulainya wawasan Nusantara ketika para negarawan Majapahit, termasuk ibu suri kerajaan, Gayatri Rajapadni, serta Mahapatih Gajah Mada di masa keemasan di bawah Prabu Hayam Wuruk disusul Ratu Tribhuwana Tunggadewi, mengupayakan persatuan Nusantara. Pemikiran yang sangat melampui zamannya itu masih berlaku hingga kini, enam abad kemudian.

Para perajin patung batu di Trowulan mengatakan tak tahu kapan kegiatan kerajinan batu ini dimulai. Bukan tak mungkin para perajin patung batu ini punya hubungan anak keturunan dengan para perajin batu di era Majapahit. Meski demikian, masa depan patung batu Mojokerto yang prospektif jangan sampai terjebak kesalahan yang sama. (DODY WISNU PRIBADI) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Jalan Jalan
9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

Travel Tips
Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Travel Update
Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Travel Update
Citilink Kembali Operasikan Pesawat Rute Halim Perdanakusuma-Cepu

Citilink Kembali Operasikan Pesawat Rute Halim Perdanakusuma-Cepu

Travel Update
6 Pusat Batik Cirebon, Pengunjung Bisa Belanja Oleh-oleh 

6 Pusat Batik Cirebon, Pengunjung Bisa Belanja Oleh-oleh 

Jalan Jalan
Lokasi Solo Safari, Mudah Dijangkau meski di Pinggiran Kota Solo

Lokasi Solo Safari, Mudah Dijangkau meski di Pinggiran Kota Solo

Travel Tips
Kereta Api Pertama di Sulawesi Rute Makassar-Parepare Resmi Beroperasi

Kereta Api Pertama di Sulawesi Rute Makassar-Parepare Resmi Beroperasi

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Solo Safari, Wisata Terbaru di Kota Solo

Harga Tiket dan Jam Buka Solo Safari, Wisata Terbaru di Kota Solo

Travel Tips
6 Aktivitas di Semesta's Gallery Jakarta Selatan, Mewarnai dan Piknik

6 Aktivitas di Semesta's Gallery Jakarta Selatan, Mewarnai dan Piknik

Jalan Jalan
Mulai 7 Februari, Spanyol Bolehkan Lepas Masker di Kendaraan Umum

Mulai 7 Februari, Spanyol Bolehkan Lepas Masker di Kendaraan Umum

Travel Update
7 Aktivitas di Situ Cipondoh Tangerang, Bisa Naik Perahu dan Olahraga

7 Aktivitas di Situ Cipondoh Tangerang, Bisa Naik Perahu dan Olahraga

Jalan Jalan
Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Dibuka

Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Dibuka

Travel Update
Jambi Bakal Kembangkan 7 Kampung Wisata pada 2023

Jambi Bakal Kembangkan 7 Kampung Wisata pada 2023

Travel Update
Art Jakarta Gardens 2023: Jadwal, Lokasi, dan Tiket Masuk

Art Jakarta Gardens 2023: Jadwal, Lokasi, dan Tiket Masuk

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+