Kompas.com - 17/12/2013, 07:21 WIB
Diperlukan seorang pegawai khusus yang bisa meramu kopi khas Aceh, seperti di kedai kopi Jasa Ayah-Solong Coffee di Banda Aceh. KOMPAS/DEFRI WERDIONO Diperlukan seorang pegawai khusus yang bisa meramu kopi khas Aceh, seperti di kedai kopi Jasa Ayah-Solong Coffee di Banda Aceh.
EditorI Made Asdhiana

Pada tahun 2013, festival tersebut kembali digelar pada 22-24 November di Taman Sari Banda Aceh. "Festival Kopi ini menjadi salah satu upaya kita dalam mempromosikan potensi wisata daerah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Pahlevi.

Festival Kopi ini setiap tahun berlangsung sejak 2011 dan mendapat penghargaan cukup baik, jelasnya. Reza menyebutkan materi kegiatan festival itu antara lain kursus meracik kopi dan uji coba rasa kopi.

Kegiatan tahunan wisata juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat khususnya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. "Tujuan lain dari festival tersebut adalah bagaimana upaya kita bersama dalam memperkenalkan cita rasa kopi Aceh, tidak hanya masyarakat nusantara tapi juga dunia internasional," kata Reza.

Banda Aceh juga dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki warung kopi terpanjang di dunia. "Itu merupakan potensi yang perlu kita perkenalkan kepada masyarakat penikmat kopi, selain juga warung kopi di Banda Aceh beraktivitas hingga dini hari yang menggambarkan suasana damai di Aceh," ujarnya.

Menurut Reza, rangkaian festival itu juga akan dilaksanakan pertemuan antarprodusen kopi dari berbagai daerah di Aceh, yang diharapkan bisa terjalin sebuah pengalaman dan transaksi pasar terhadap komoditas perkebunan tersebut.

"Sebab, Aceh seperti wilayah pedalaman yakni Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues itu merupakan daerah sentra produksi kopi jenis arabika yang pasar produksinya telah dikenal dibeberapa negara. Kita berharap sesama pelaku bisnis kopi bisa saling menukar informasi," jelasnya.

Selain festival kopi, Reza menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut akan menampilkan penampilan seni budaya tradisional seperti tarian seudati, dan atraksi penutur tradisional PMTOH.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Festival Kopi Aceh 2013 yang berlangsung sejak tiga hari lalu di Taman Sari, Banda Aceh resmi ditutup. Meski kegiatan tahunan ini telah berakhir, kopi Aceh tetap harus terus dipromosikan ke luar negeri.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Yudi Kurnia mengatakan, cita rasa kopi Aceh perlu terus diperkenalkan baik di tingkat nasional maupun international. Lewat kopi, Aceh bisa menggaet turis-turis untuk berkunjung ke daerah itu.

"Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah kunjungan wisatawan nasional dan internasional," kata Yudi saat menutup secara resmi festival tersebut.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.