Kompas.com - 17/12/2013, 07:21 WIB
Nasruddin Ahmad, Barista dari Le Parte Cafe Coffee, menyajikan salah satu racikannya kepada pengunjung di arena Festival Kopi di Taman Sari Banda Aceh, Jumat (22/11/2013) malam. Puluhan Pemilik kafe dan warung kopi memeriahkan kegiatan ini yang digelar hingga Minggu (24/11/2013). KOMPAS.COM/DASPRIANI Y ZAMZAMINasruddin Ahmad, Barista dari Le Parte Cafe Coffee, menyajikan salah satu racikannya kepada pengunjung di arena Festival Kopi di Taman Sari Banda Aceh, Jumat (22/11/2013) malam. Puluhan Pemilik kafe dan warung kopi memeriahkan kegiatan ini yang digelar hingga Minggu (24/11/2013).
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Aceh sepertinya tidak bisa dipisahkan dengan kopi, karena siapa saja yang datang ke Aceh rasanya belum merasa lengkap apabila belum menikmati sedikitnya segelas kopi.

Bila Aceh disebut daerah "sejuta warung kopi", rasanya sangat tepat, karena sangat mudah dijumpai warung kopi di daerah itu, sekalipun di pelosok desa.

Pertumbuhan warung kopi atau kafe di Aceh terus meningkat. Para pengusaha sepertinya tidak ragu untuk menginvestasikan uangnya dalam jumlah besar guna membuka warung kopi, karena konsumennya cukup besar.

Hampir sebagian besar laki-laki di Aceh minum kopi di warung, sehingga warkop di Aceh jarang sepi, mulai pagi sampai malam hari. Bahkan ada warung kopi yang buka 24 jam.

Pengusaha yang membuka usaha warkop tidak tanggung-tanggung, minimal dua pintu dan didukung dengan dekorasi ruang yang menarik.

Menjamurnya bisnis warkop di Aceh tidak terlepas dari kondisi keamanan yang terus membaik, setelah damai dari konflik berkepanjangan selama dua dasawarsa ditambah musibah tsunami yang meluluhlantakkan sebagian pesisir Aceh pada 26 Desember tahun 2004.

Kondisi tersebut ternyata berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemko Banda Aceh dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memanfaatkan kuliner khas daerah itu untuk mendatangkan wisatawan baik domestik dan mancanegara ke Ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Festival Kopi

Untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan, Pemkot Banda Aceh memperkenalkan "Wisata Kopi" melalui Festival Kopi yang merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwsata.

Pada tahun 2013, festival tersebut kembali digelar pada 22-24 November di Taman Sari Banda Aceh. "Festival Kopi ini menjadi salah satu upaya kita dalam mempromosikan potensi wisata daerah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Pahlevi.

Festival Kopi ini setiap tahun berlangsung sejak 2011 dan mendapat penghargaan cukup baik, jelasnya. Reza menyebutkan materi kegiatan festival itu antara lain kursus meracik kopi dan uji coba rasa kopi.

Kegiatan tahunan wisata juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat khususnya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. "Tujuan lain dari festival tersebut adalah bagaimana upaya kita bersama dalam memperkenalkan cita rasa kopi Aceh, tidak hanya masyarakat nusantara tapi juga dunia internasional," kata Reza.

Banda Aceh juga dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki warung kopi terpanjang di dunia. "Itu merupakan potensi yang perlu kita perkenalkan kepada masyarakat penikmat kopi, selain juga warung kopi di Banda Aceh beraktivitas hingga dini hari yang menggambarkan suasana damai di Aceh," ujarnya.

KOMPAS/DEFRI WERDIONO Diperlukan seorang pegawai khusus yang bisa meramu kopi khas Aceh, seperti di kedai kopi Jasa Ayah-Solong Coffee di Banda Aceh.
Menurut Reza, rangkaian festival itu juga akan dilaksanakan pertemuan antarprodusen kopi dari berbagai daerah di Aceh, yang diharapkan bisa terjalin sebuah pengalaman dan transaksi pasar terhadap komoditas perkebunan tersebut.

"Sebab, Aceh seperti wilayah pedalaman yakni Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues itu merupakan daerah sentra produksi kopi jenis arabika yang pasar produksinya telah dikenal dibeberapa negara. Kita berharap sesama pelaku bisnis kopi bisa saling menukar informasi," jelasnya.

Selain festival kopi, Reza menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut akan menampilkan penampilan seni budaya tradisional seperti tarian seudati, dan atraksi penutur tradisional PMTOH.

Festival Kopi Aceh 2013 yang berlangsung sejak tiga hari lalu di Taman Sari, Banda Aceh resmi ditutup. Meski kegiatan tahunan ini telah berakhir, kopi Aceh tetap harus terus dipromosikan ke luar negeri.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Yudi Kurnia mengatakan, cita rasa kopi Aceh perlu terus diperkenalkan baik di tingkat nasional maupun international. Lewat kopi, Aceh bisa menggaet turis-turis untuk berkunjung ke daerah itu.

"Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah kunjungan wisatawan nasional dan internasional," kata Yudi saat menutup secara resmi festival tersebut.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.