Kompas.com - 17/12/2013, 08:06 WIB
EditorI Made Asdhiana
RESTORAN populer di Korea Selatan, Samwon Garden, membuka cabangnya yang pertama kali di luar negeri, yakni di Jakarta. Kehadirannya mempertegas ”infiltrasi” kuliner Korea yang kian agresif di negeri ini. Tentu saja ini jenis infiltrasi yang memancing kelenjar saliva kian produktif.

Sepuluh tahun lalu, restoran Korea–maksudnya Korea Selatan–di Jakarta, tak sesemarak yang dapat kita temui hari ini. Promosi Pemerintah Korsel untuk mengglobalkan ”hallyu” (korean wave) sebagai strategi budaya menyentuh segala aspek gaya hidup, termasuk dunia kulinernya. Warga dunia tak hanya disimulasi untuk mencintai K-Pop, namun juga ragam kuliner Korea. Tak heran, kini di Jakarta dan sekitarnya, masakan Korea semakin mudah saja ditemui di berbagai sudut kota.

Samwon Garden cabang Jakarta baru resmi dibuka November lalu bertempat di lantai lima pusat perbelanjaan Lotte Shopping Avenue, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Posisi restoran agak menyempil dan tanpa papan nama yang mencolok sehingga bisa membuat orang terlewat saat mencarinya.

Menu andalan di Samwon Garden adalah berbagai varian barbeque, khususnya galbi. Galbi merupakan potongan-potongan daging sapi yang diambil dari bagian rusuk, direndam dalam cairan bumbu perasa selama beberapa waktu, kemudian baru dibakar di meja penyajian. Galbi sendiri berarti rusuk.

”Orang Korea sangat senang daging di bagian rusuk karena punya nuansa rasa yang cenderung lebih manis. Selain itu, serat dagingnya lembut dan kenyal,” kata Tack Ho Nam, Direktur Samwon Garden.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Chef Lee Sang Hun menyiapkan dan membumbui samwon galbi sebelum dihidangkan kepada pelanggan di Restoran Samwon Garden di Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta.
Cara pengolahan galbi tampaknya sederhana, namun pada praktiknya tak sesederhana penjelasan singkat tadi. Keseriusan sajian galbi setidaknya harus sudah dimulai sejak tahapan dalam memperlakukan bahan mentah daging.

Menurut Nam, cara memotong dan mengangkat daging dari permukaan tulang rusuk perlu keterampilan tersendiri. Samwon Garden memiliki asisten chef khusus yang bertugas memotong daging dari bagian rusuk sesempurna mungkin. Tim juru masak di Samwon Garden ini dikomandani seorang chef muda yang pemalu, Park Dong Se (33).

”Memotong dan mengangkat daging dari ribs (rusuk) ini dibutuhkan keterampilan memainkan pisau,” kata Nam.

Salah satu varian masakan galbi di Samwon Garden yaitu Samwon Galbi, yang memiliki potongan daging persegi empat agak tipis, berukuran sekitar 6 x 4 sentimeter. Bentuknya yang agak melengkung cantik mencirikan keterampilan si pemotong daging yang cermat. Daging seukuran ini dapat mudah lenyap di mulut dalam sekali suapan.

Tak kalah penting adalah bumbu perendam, yang menjadi penentu krusial kelezatan galbi. Samwon Garden memelihara resep bumbu perendam klasik sejak puluhan tahun lalu saat restoran itu berdiri. Nam mengungkap sebagian dari formula racikan bumbu perendam ini. Kecap (soy sauce) sebagai kandungan utama, lalu minyak wijen, gula, sari buah-buahan diantaranya buah pir, lada, dan bawang putih.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.