Kompas.com - 18/12/2013, 12:53 WIB
Pekan budaya dalam rangka memperingati HUT ke-54 Polewali Mandar dimeriahkan dengan Karnaval Kuda Pattuddu atau kuda yang mahir menari. KOMPAS.COM/JUNAEDI Pekan budaya dalam rangka memperingati HUT ke-54 Polewali Mandar dimeriahkan dengan Karnaval Kuda Pattuddu atau kuda yang mahir menari.
|
EditorI Made Asdhiana
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat bertekad mengangkat Kuda Pattuddu atau kuda yang pandai menari menjadi ikon wisata unggulan. Selasa (17/12/2013) siang, sebanyak 300 lebih kuda penari atau yang akrab dikenal dengan sebutan Sayyang Pattuddu dari berbagai pelosok desa di Polewali Mandar memeriahkan Karnaval Kuda Pattuddu dalam rangka memeriahkan HUT ke-54 Polewali Mandar yang jatuh pada 29 Desember 2013.

Pembukaan Pekan Budaya Polewali Mandar tak hanya dimeriahkan dengan karnaval kuda penari tapi ribuan warga menggunakan pakaian adat Mandar berpawai keliling kota Polewali Mandar.

Karnaval yang diikuti lebih dari 300 ekor kuda terlatih dan pawai menari mengikuti irama rebana dan perintah tuannya ini diawali di Lapangan Pancasila dan berakhir di Stadion Salim S Mengga. Meski karnaval baru dimulai pukul 14.00 Wita namun kuda-kuda dari berbagai desa ini sudah berdatangan ke lokasi sejak pagi. Bahkan sebagian peserta sudah hadir lebih awal agar bisa mengikuti seluruh rangkaian karnaval.

Karnaval kuda ini tidak hanya menarik dan menjadi hiburan bagi wisatawan lokal tetapi sejumlah wisatawan asing seperti Jepang dan Australia dalam beberapa tahun terakhir tak pernah absen menyaksikan karnaval tahunan di Polewali Mandar.

Tak heran jika atraksi budaya Mandar ini selalau menyedot perhatian ribuan warga Polewali Mandar terutama di sepanjang rute jalan yang dilalui peserta karnaval. Setiap Kuda Pattuddu ditunggangi seorang gadis cantik dan diiringi goup rebana dan seorang Pakkalindagdag atau seniman pantun ala Mandar.

Untuk satu group peserta karnaval terdiri dari satu kuda penari, seorang gadis cantik, group rebana dan Pakkalindagdag rata-rata membutuhkan biaya hingga Rp 5 juta. Selain menggelar karnaval kuda menari dan pawai pakaian adat, pekan budaya ini juga dimeriahkan dengan beragam permainan tradisional khas Mandar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.