Kompas.com - 18/12/2013, 15:16 WIB
EditorI Made Asdhiana

Meski sudah berabad lalu berdiri, pilar-pilar betang dari ulin masih berdiri kokoh. Bangunan tersebut disangga 28 tiang dengan tinggi 2,5 meter dari permukaan tanah. Tidak tampak tanda-tanda kelapukan sama sekali. Semakin tua, ulin memang kian kuat.

Betang memiliki panjang 36 meter, lebar 9,5 meter, dan tinggi 4 meter. Rumah itu pernah direnovasi Pemerintah Provinsi Kalteng sebanyak tiga kali karena sudah menua. Renovasi pertama pada tahun 1990, merombak lantai bambu dan kulit kayu, menjadi alas dari kayu ulin.

Renovasi kedua dan ketiga dilakukan pada tahun 1995 dan 1997 untuk menambah dinding betang dengan ulin. Sebelumnya, dinding terbuat dari kulit kayu saja. Sementara pemakaian pasak pada atap masih dipertahankan. Meskipun demikian, renovasi tetap diperlukan. Saat hujan deras, beberapa bagian atap masih bocor.

Sekitar dua jam setelah kami datang, juru pelihara Betang Toyoi, Supandianto (30), datang menghampiri. Ia baru datang dari kebun. Supandianto adalah keturunan keenam Toyoi Panji, pendiri betang. Pada siang hari, kebanyakan penghuni betang pergi keluar untuk bekerja seperti menyadap karet, berburu, dan berladang.

Berbagai aktivitas itu sudah dilakukan sejak nenek moyang dulu. Tanaman yang dibudidayakan antara lain mentimun, padi, dan sawi. Adapun Supandianto bekerja sebagai penyadap karet di lahan seluas 2 hektar. Hasil yang didapatkan sekitar 100-200 kg getah karet per bulan.

”Harga karet saat ini sedang rendah, sekitar Rp 7.000 per kg. Kalau harga yang bagus sekitar Rp 10.000, bahkan pernah Rp 12.000 per kg,” kata Supandianto.

Ban selip

Sore menjelang gelap, kami harus pamit. Apalagi, mendung tebal terlihat menggayut di kejauhan. Animar menawarkan agar kami menginap di Betang Toyoi. Dengan terpaksa kami menolak tawaran Animar untuk berlama-lama di betang yang nyaman itu.

”Silakan datang kembali lain waktu. Sudah banyak wisatawan yang menginap di Betang Toyoi. Malah, ada pasangan yang berbulan madu di sini,” ujarnya seraya tertawa.

Jika hendak menuju Betang Toyoi, pengunjung harus berhati-hati saat musim hujan. Kendaraan yang digunakan pun sebaiknya berpenggerak empat roda. Di tengah perjalanan, kami menemukan sebuah truk tak kuat mendaki tanjakan jalan tanah yang curam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.