Kompas.com - 19/12/2013, 20:25 WIB
Ridwansyah, perajin gula, tengah mengangkat gula dingin dari cetakan. Gula merupakan salah satu produk oleh unggulan Penajam Paser Utara. KOMPAS.com/Dani JZRidwansyah, perajin gula, tengah mengangkat gula dingin dari cetakan. Gula merupakan salah satu produk oleh unggulan Penajam Paser Utara.
|
EditorI Made Asdhiana
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Eli Kristian, warga Jl. Padat Karya Balikpapan, Kalimantan Timur, melintas dengan Toyota Avanza hitam di Jl. Provinsi Km 30 Kabupaten Penajam Paser Utara (selanjutnya disebut Penajam), Kalimantan Timur. Penajam terletak di seberang Balikpapan, dipisahkan laut Teluk Balikpapan. Hari sudah pagi, sinar matahari terasa hangat di kulit.

Eli masih jauh dari dermaga penyeberangan perahu motor speed ke Balikpapan. Tak buru-buru menyeberang, Eli mampir ke pasar tradisional Pasar Petung di Penajam. Ia mencari gula merah untuk oleh-oleh anak dan istri di Balikpapan. "Tapi tidak satu pun pedagang pasar yang tahu apa itu gula jengkol. Persepsiku salah, kupikir benar gula jengkol. Ternyata yang dimaksud itu bukan gula dari jengkol, melainkan gula merah dengan ukuran sebesar jengkol. Bulat. Kecil. Tapi agak tebal. Sewarna jengkol," kata Eli melalui telepon.

Sekali dalam tiga bulan pekerja tambang di Buntok, Kalimantan Tengah, ini pulang ke Balikpapan untuk menjalani hari istirahat. Ia lebih suka jalur darat untuk bolak balik Buntok - Balikpapan. Jalur darat yang disebut Trans Kalimantan menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Orang-orang dari Kalsel maupun Kalteng yang hendak ke arah Utara, yakni ke arah Balikpapan dan Samarinda, tentu melintasi jalan ini. Begitu pula sebaliknya untuk orang yang hendak ke Selatan. Trans Kalimantan menjadi jalur nadi perdagangan dan perlintasan orang.

Selama bolak balik di perlintasan ini, Eli baru tahu kalau Penajam menjadi penghasil gula merah atau disebut juga gula kelapa. Selain itu, dia juga baru tahu bahwa Penajam juga penghasil gula aren. Sayangnya, produksi gula mereka tidak menyolok, tak mudah ditemui di toko-toko sebagai oleh-oleh khas dari kabupaten yang mengusung semboyan Banuo Taka atau Kampung Halaman Kita. Produk gula pun jadi tak mudah ditemui, kecuali di pasar tradisional.

Dari berbagai gula merah di pasaran, ada selentingan tentang gula jengkol. Gula ini bukan dari bahan jengkol, melainkan dihasilkan dari nira tandan buah pohon kelapa pada umumnya. Hanya saja, lantaran dicetak dengan sentuhan kreatif tangan-tangan terampil seorang perajin gula kelapa Penajam, jadilah ukuran gula yang ukurannya sebesar jengkol, meski sedikit lebih tebal.

Adalah pasangan suami-istri Nursalim dan Siti Mujayanah di Dukuh Berebere RT 8 Kelurahan Tanjung Tengah di Penajam, mereka tiap hari memproduksi gula ukuran jengkol ini. "Tadinya orang-orang tidak percaya kalau yang lebih kecil akan laku. Tapi setiap kali diproduksi selalu habis di pasar. Hari ini saja sedang kosong," kata Nursalim.

Harganya lumayan. Kisaran Rp 10.000 - Rp 13.000 per kilogram. Gula jenis ini saat ini lebih mudah ditemui di pasar tradisional. Tapi bila menanyakan tentang gula jengkol, tentu serupa dengan Eli. Tidak ada seorang pun yang tahu apa itu gula jengkol. Berbeda bila menanyakan tentang gula merah ukuran yang kecil seperti koin saja. Bila tidak kehabisan, tentu akan mudah didapat.

"Saya juga buat gula dengan cetakan bambu. Hasilnya (selinder) bulat besar. Keduanya kami lempar ke pasar. Tapi orang lebih suka yang ukuran kecil. Lagi pula produksinya berbeda dibanding yang besar. Rasanya juga lebih segar yang kecil karena prosesnya juga berbeda," kata Nursalim.

Produksi gula di Penajam telah berlangsung puluhan tahun lalu, terlebih ketika kebun kelapa dan hasil-hasilnya menjadi salah satu pendukung perkembangan sektor perekonomian Penajam. Hingga kini setidaknya terdapat 15 perajin gula kelapa di Penajam. Tak cuma gula kelapa yang bekembang pesat di sana. Produsen gula aren juga banyak bercokol di sana. Terhitung 38 perajin gula aren yang masih bertahan hingga kini.

Produk gula aren juga berbentuk unik. Dikemas dalam bentuk benda kerucut dalam balutan daun rotan kering lalu kemudian diikat dengan simpul tertentu agar mudah digantung. Harganya bisa lebih dari Rp 7.000 per pasang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Travel Update
Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Travel Update
Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Travel Update
 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

Jalan Jalan
Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Jalan Jalan
Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Travel Update
Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X