Kompas.com - 20/12/2013, 08:14 WIB
Wisatawan melintasi Jembatan Cinta sepanjang 800 meter yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, di Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATWisatawan melintasi Jembatan Cinta sepanjang 800 meter yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, di Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
|
EditorI Made Asdhiana
PALU, KOMPAS.com — Peringatan Hari Nusantara yang pada puncaknya dilaksanakan di Palu, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu wadah menggali potensi bahari yang dimiliki Indonesia. Seperti halnya tema yang diangkat adalah "Setinggi Langit dan Sedalam Samudera, Potensi Pariwisata dan Kreativitas Nusantara yang Tak Terhingga", bahari dianggap menjadi pemersatu kepulauan Nusantara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, dirinya sangat berharap melalui rangkaian acara yang digelar Hari Nusantara akan membuat konsep kebaharian masyarakat semakin baru.

"Besar harapannya mindset kebaharian akan semakin baru. Kita adalah negara bahari yang besar, bagaimana membangun budaya yang tak hanya darat, tetapi juga laut. Mengembangkan kebaharian di pulau-pulau kecil," ucap Mari dalam pidato Peringatan Hari Nusantara di Palu, Minggu (15/12/2013) lalu.

Membangun budaya berdasarkan kelautan, menurut Mari, adalah menggali kekayaan yang terkandung di dalamnya tanpa merusak laut atau dengan kata lain berkelanjutan.

Konsep bahari yang semakin baru juga dipaparkan dalam seminar "Bahari Baharu" yang menjadi salah satu rangkaian acara. Seminar berjudul "Bahari Baharu di Palu: Peradaban Nusantara dan Keragaman Etnisitas" itu menghadirkan pembicara dari kalangan budayawan, yaitu Taufik Rahzen.

Menurut Taufik, konsep Bahari Baharu yang ingin dibawa pasca-peringatan Hari Nusantara di Palu adalah terkait sumber daya manusia yang mengedepankan kreativitas mengenai kebaharian.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Haluan perahu bermesin tempel mengarahkan tujuan menuju kampung-kampung di Pulau Lembeh yang menyimpan potensi wisata bahari yang tidak kalah indah dan berbiaya murah.
"Konsep bahari baru yang ingin kita bawa di Palu adalah SDM yang penting. Bukan lagi urusin ikan-ikan atau potensial lautnya berapa. Mulai dari Palu ini kita berharap peringatan Hari Nusantara mengedepankan kreativitas," ucap Taufik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep bahari pun diaplikasikan oleh pemerintah dengan kian mengembangkan pariwisata kelautan. Seperti dikatakan Wakil Presiden RI Boediono, pemerintah mendorong program wisata bahari, salah satunya dengan menggelar kegiatan berupa sail, seperti Sail Komodo, Sail Raja Ampat, Sail Wakatobi, dan Sail Indonesia.

"Dengan banyaknya sail dan didukung pelatihan dan kreativitas bagi nelayan dan keluarganya, wisata bahari diharap mampu meningkatkan derajat hidup masyarakat, terutama nelayan," kata Boediono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gili Lawa di TN Komodo akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Gili Lawa di TN Komodo akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit Akibat PPKM Darurat

Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit Akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Jalan Jalan
Seluruh Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Seluruh Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Travel Update
Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Travel Update
Usulan Bupati Kabupaten Bandung, Wisatawan Bawa Kartu Vaksin ke Tempat Wisata

Usulan Bupati Kabupaten Bandung, Wisatawan Bawa Kartu Vaksin ke Tempat Wisata

Travel Update
122 Tempat Wisata di Kabupaten Bandung Siap Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19

122 Tempat Wisata di Kabupaten Bandung Siap Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Legenda Asal-usul Rawa Pening Semarang

Legenda Asal-usul Rawa Pening Semarang

Jalan Jalan
Cicalengka Dreamland, Tempat Wisata di Bandung yang Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19

Cicalengka Dreamland, Tempat Wisata di Bandung yang Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Dinas Pariwisata Yogyakarta Ingin Vaksinasi Pelaku Wisata Selesai Bulan Agustus

Dinas Pariwisata Yogyakarta Ingin Vaksinasi Pelaku Wisata Selesai Bulan Agustus

Travel Update
Daftar 20 Hotel di Zona Hijau Bali untuk Karantina WNA dan WNI

Daftar 20 Hotel di Zona Hijau Bali untuk Karantina WNA dan WNI

Travel Update
Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

BrandzView
Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Travel Update
Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Travel Update
Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X