Kompas.com - 22/12/2013, 08:07 WIB
Para ibu memasak nasi cala untuk makan bersama di sasadu atau rumah adat ketika upacara Orom Sasadu di Kampung Gamtala, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Mei 2013. Orom Sasadu adalah upacara adat khas Halmahera Barat sebagai tanda syukur atas hasil panen. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPara ibu memasak nasi cala untuk makan bersama di sasadu atau rumah adat ketika upacara Orom Sasadu di Kampung Gamtala, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Mei 2013. Orom Sasadu adalah upacara adat khas Halmahera Barat sebagai tanda syukur atas hasil panen.
EditorI Made Asdhiana
SELALU ada kisah di dalam sehidangan santapan, begitu pula dalam beragam tradisi bersantap di sejumlah kawasan di Indonesia timur. Di sana, beragam tradisi bersantap menjadi artefak hidup dari jaring-jaring perdagangan, perompakan, persekutuan, dan pertikaian suku bangsa di Indonesia timur.

Bercy Kalengit menggelar daun pisang wanan lebar yang segar di atas meja dapur Yoel Sungi. Kedua tangannya terhunjam ke semangkok beras yang terendam air. Perlahan ia menaburkan beras basah itu di kiri-kanan tulangan daun pisang. Dua taburan beras memanjang lantas ia tutup dengan menggulung dua belahan daun pisang tersebut.

Tangannya lantas mengelus daun pisang itu, merapikan sepasang lontong ”kembar dempet” itu. ”Sekarang sudah tahu kan kenapa beras cala juga disebut nasi kembar,” kata Kalengit.

Hati-hati ia mengangkat calon nasi kembarnya dan memasukkannya ke dalam bambu hijau yang jarak antar-bukunya 1 meter lebih. ”Kita harus memakai bambu lou-lou yang jarak antarruas bambunya panjang agar bisa membuat nasi cala yang panjang. Daun pisang yang membuntal berasnya pun khusus, yaitu daun pisang wanan yang lebar dan liat. Beras terbaik untuk nasi cala adalah beras ladang yang secara turun-temurun kami tanam,” kata Kalengit.

Kalengit dan belasan perempuan Kampung Gamtala harus membuat sekitar 60 nasi cala ukuran besar untuk dihidangkan dalam pesta adat penggantian atap nipah sasado atau rumah adat tradisional suku Sahu di Kampung Gamtala, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Yoel Sungi menuturkan, nasi cala yang tak berbumbu itu adalah hidangan wajib dalam setiap pesta adat di Gamtala.

Jejak pertautan

Gamtala yang terletak di Pulau Halmahera pernah begitu dekat dengan pusat kekuasaan, ketika Kesultanan Jailolo di Halmahera berjaya menguasai Maluku Utara. Kesultanan Jailolo akhirnya ambruk dan dihancurkan Kesultanan Ternate pada 1551.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penaklukan Jailolo oleh Ternate mengawali sejarah panjang persaingan Ternate dan Tidore yang menautkan sejarah sejumlah kawasan di Indonesia timur. Mulai dari Minahasa dan Manado; Ambon, Banda, dan Seram yang kaya cengkeh di Maluku, hingga kawasan Kepala Burung dan Teluk Cenderawasih di Papua Barat dan Papua. Nasi buluh bambu adalah jejak tautan masa lalu itu.

Meski memiliki cita rasa yang sama sekali berbeda, nasi cala dari Gamtala sungguh serupa dengan nasi jaha yang kerap dimasak dalam beragam pesta masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Tradisi memasak beras dalam buluh bambu juga menapak di kawasan Teluk Cenderawasih dan Sorong di Papua dan Papua Barat.

”Tradisi memasak nasi dalam buluh bambu adalah tradisi baru yang dipengaruhi tradisi kuliner Maluku Utara atau Minahasa. Sulit memastikan asal-usul pengaruh itu karena interaksi orang Papua, Maluku, dan Minahasa sangat panjang dan intens,” kata antropolog dan Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Travel Update
Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Travel Update
11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

Travel Update
Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Travel Update
Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Travel Update
Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Travel Update
Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Travel Update
Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Travel Update
UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

Travel Update
Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Travel Update
Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Travel Update
Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Travel Update
Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Travel Update
4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

Travel Update
Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X