Kompas.com - 24/12/2013, 08:26 WIB
Beras yang telah diturunkan dari pesawat kargo di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, siap diangkut menuju gudang, Rabu (11/12/2013). Selain melemahkan budaya bertani warga Papua, pasokan beras miskin juga rawan diselewengkan. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROBeras yang telah diturunkan dari pesawat kargo di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, siap diangkut menuju gudang, Rabu (11/12/2013). Selain melemahkan budaya bertani warga Papua, pasokan beras miskin juga rawan diselewengkan.
EditorI Made Asdhiana

”Ritual ulat sagu adalah ritus memuliakan perempuan Asmat, dan pesta ulat sagu selalu menebar energi baru bagi tiap kampung Asmat untuk melanjutkan kehidupan mereka sebagai manusia. Ada banyak ritus suku lain yang juga menjadikan sagu sebagai persembahan utama,” kata Mansoben.

Karena itulah, generasi tua mulai gusar melihat cucu-cucu mereka tak lagi mau menyantap sagu dan lebih memilih nasi. ”Anak-anak belasan tahun tidak mau lagi makan sagu. Mereka tidak tahu cara membuat sagu. Hanya orang berumurlah yang masih menokok sagu dan menyantapnya. Rasanya sagu bakal segera hilang dari sajian di meja makan kami,” tutur Bateh dengan nada sedih.

Di pegunungan tengah, nasi juga mulai menggeser ubi, keladi, dan jagung. Tengoklah suguhan pesta kecil menyambut Natal di hunila keluarga Wes Togotli di Bolakme, Jayawijaya. Menunya adalah seketel besar nasi, sewajan rica babi, sepanci besar mi instan dengan beberapa helai kubis, dan sepiring kecil ikan sarden. ”Silakan, mari kita bersantap,” ajak Togotli kepada para tamunya.

Kami pun segera menyerbu suguhan itu. Keriangan suasana santap siang di hunila Wes Togotli adalah keriangan yang sama seperti yang kami temukan di hunila Iriana di Hepuba, Distrik Asolokobal. Yang berbeda hanya pada masakannya. Di hunila Iriani, kami menemukan sajian otentik masyarakat pegunungan Papua, yakni ubi bakar batu. Sementara itu, di hunila Wes Tigotli kami menyantap masakan yang hampir semua bahannya didatangkan dari luar.

Ini keseharian santapan di honai, santapan yang semua bahannya pabrikan dari luar Wamena,” tutur Sekretaris Distrik Bolakme Cyrillus Willem seperti membaca pikiran kami.

Mau tahu berapa harga sebungkus mi instan di Pasar Bolakme yang berjarak 500 meter dari hunila Wes Togotli? Rp 10.000! Mau tahu harga segenggam beras yang hanya akan cukup untuk memasak sepiring nasi? Rp 10.000! Harga-harga ajaib itu muncul lantaran semua ”makanan asing” itu harus diangkut dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, dengan mobil bergandan ganda ke distrik-distrik nan jauh, termasuk Bolakme.

Kacaunya, harga barang di Wamena sudah jauh dari normal. Intiplah harga barang di UD Usaha Baru, salah satu toko kelontong di Wamena. ”Beras Rp 19.000 per kilogram, gula Rp 20.000 per kilogram, kopi Rp 15.000 per 165 gram, minyak goreng kemasan Rp 25.000 per liter. Sekali berbelanja, uang belanja tidak mungkin kurang dari Rp 100.000. Semua komoditas selalu diburu warga. Stok 2,5 ton beras pasti tandas dalam dua-tiga hari,” kata Udin, penjaga toko kelontong itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Udin punya penjelasan sederhana soal harga serba mahal itu. ”Semua barang memang mahal karena didatangkan dari Jayapura dengan pesawat. Harga satu kilogram garam di Jayapura Rp 3.500, diangkut dengan biaya Rp 8.000 per kilogram. Silakan dijumlah sendiri harga jualnya, lebih mahal ongkos angkut ketimbang nilai barangnya. Itu belum menghitung kelangkaan yang kerap terjadi karena kami gagal mengangkut barang jualan dari Jayapura ke Wamena. Sudah dua pekan ini, stok mi instan kami kosong,” keluh Udin, awal Desember lalu. (Sonya Hellen Sinombor/Pingkan Elita Dundu/Budi Suwarna)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X