Kompas.com - 25/12/2013, 12:02 WIB
EditorI Made Asdhiana
SEPOTONG brudel hangat disajikan di sebuah pesta perkawinan masyarakat Minahasa. Kami mengunyahnya dengan nikmat sambil mengingat kisah nyonya Belanda yang mengajarkan cara membuat kue dan menata rumah tangga.

Tidak ada pesta tanpa kue-kue beraroma Belanda di Minahasa. Di Desa Kayu Uwi, Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang sejuk, seorang ibu menyodorkan satu loyang kue brudel dan satu ceret kopi hangat. Kami pun menyantap kue bertekstur padat itu, yang mudah hancur ketika disantap. Rasa manisnya samar, sesamar rasa gurih mentega dan telur yang menjadi bahan pentingnya.

”Celup dulu brudelnya ke dalam kopi, baru ngana (Anda) santap. Rasanya pasti lebih nikmat,” ujar seorang teman dari Minahasa sambil memeragakan cara mencelup brudel yang mengingatkan kita pada iklan biskuit: diputar, dijilat, dicelup. Setelah dicelup kopi, rasa brudel itu memang jadi lebih nikmat.

KOMPAS/RIZA FATHONI Kue Brudel
Brudel itu disajikan kepada tetamu yang datang sebelum pesta perkawinan Fani Jolly Lapian (23) dan Gracia Friska Raintung digelar di pengujung November lalu. Saat pesta sebenarnya dimulai, kedua pengantin memotong kue tar pengantin dan membagikannya kepada sanak keluarga dan tamu. Di akhir pesta, tetamu yang pulang dibekali sebungkus kecil kue kering kacang koek. Sejumput nuansa Eropa telah hadir di pesta itu.

Begitulah, ada banyak kue bercorak Belanda hadir di pesta-pesta orang Minahasa yang tinggal di kota hingga pelosok desa. Selain brudel dan kacang koek, ada sederet kue belanda lain yang biasa disajikan saat pesta perkawinan, seperti napolitein (semacam lapis legit), ontbijtkoek, dan klappertaart atau tar degan. Di pesta Natal dan Tahun Baru, kue Belanda yang disajikan adalah speculaas, nastar, kaastengels, dan seabrek kue kering lainnya. Menjelang momen Natal itulah, para produsen kue kering belanda kewalahan melayani pesanan.

Tengoklah dapur UD Eveline MK di Pineleng, Manado. Eveline, sang pemilik usaha, ditemani 10 karyawannya sibuk mengejar target 130 stoples kue kering pesanan salah seorang pejabat Kota Manado. Dalam waktu bersamaan, mereka harus memenuhi pesanan yang datang dari toko-toko kue di Kota Manado. Kami sempat mencicipi beberapa potong speculaas buatan Eveline yang renyah. Rasa kayu manis, gula aren, dan kenari berpadu sempurna.

KOMPAS/RIZA FATHONI Kue Klappertaart.
Kesibukan serupa terlihat di dapur Klappertaart Maistella Berkat di Pineleng. Itje, sang pemilik usaha, dibantu anak perempuannya, Stella, nyaris tanpa henti meracik adonan klappertaart yang terdiri dari terigu, maisena, butter, gula pasir, telur, kismis, kenari, kelapa muda, dan bubuk kayu manis. Gerakannya serba tergesa-gesa.

Sesekali ia menengok oven yang membakar adonan. Harum butter dan gula melayang ke udara. Ketika sedang mengolah berloyang-loyang klappertaart, telepon beberapa kali berdering. Stella mengangkatnya dan orang di seberang telepon bertanya apakah kue pesanannya sudah matang.

”Menjelang Natal, pesanan tambah banyak. Sehari bisa dapat pesanan 80 klappertaart ukuran besar dan puluhan yang kecil-kecil, padahal biasanya cuma 30 saja. Saya sampai tidak tidur dan tidak bisa menyiapkan Natal,” ujar Itje sambil mengoles foam putih telur bercampur gula pasir, membubuhi kayu manis, kismis, dan kenari di atas klappertaart yang baru setengah jadi.

Kami mencicipi sepotong klappertaart buatan Itje. Adonan kue dan degan yang lembut terasa meleleh di lidah. Sesekali gigi menyentuh legitnya kismis dan renyah kenari. Rasa manis tar degan yang tersamar berpadu dengan cita rasa kayu manis dan rum yang hangat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.