Vietnam Bayangi Indonesia sebagai Destinasi Wisata Muslim

Kompas.com - 25/12/2013, 12:20 WIB
Turis dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey disambut tarian ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh. SERAMBI/M ANSHAR Turis dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey disambut tarian ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh.
EditorI Made Asdhiana
BANDUNG, KOMPAS.com - Vietnam membayangi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata Muslim di Asia Tenggara, karena negara itu mulai mengembangkan industri pariwisata dan kerajinan pakaian Muslim.

"Saat ini wisatawan di Ho Chi Minh sudah mulai ditawari sejumlah produk serupa yang ditawarkan di Bandung, khususnya bagi wisatawan Mulsim. Mereka sudah pandai membuat mukena," kata Mohammad Shafie Obet, Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Kuala Lumpur Malaysia, ketika berkunjung ke Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar di Bandung, Selasa (24/12/2013).

Obet menyebutkan kuliner berlabel halal di Vietnam juga telah menjamur yang mengindikasikan Vietnam menjadi ancaman yang akan merebut hati turis Muslim, khususnya dari Malaysia.

Jabar dan Bandung, menurut Obet, harus berbenah dan terus meningkatkan pelayanan, terutama mempersiapkan tujuan wisata di luar Bandung.

Garut dan Tasikmalaya sudah mulai dikenal di Malaysia, tetapi masih jarang "tour operator" yang membuat paket mengaitkannya dengan Garut dan Tasik sebagai salah satu paket wisata. "Paket-paket wisata yang baru dan di luar Bandung harus segera disiapkan," katanya.

Menurut Obet, saat ini permintaan dari segmen pasar China asal Malaysia masih kecil sehingga perlu menjadi perhatian, karena segmen China-Malaysia cukup besar.

Namun, dia berharap pemerintah perlu membenahi sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kepariwisataan, mulai bandara, taksi, kebersihan dan berbagai sarana lainnya yang masih memprihatinkan untuk jadi destinasi wisatawan "middle up".

"Sejumlah wisatawan Malaysia mengeluh karena untuk naik pesawat pada saat hujan menggunakan payung sehingga pakaian bawah, sepatu dan barang bawaannya basah," katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X